Minggu, 28 Juli 2024

Tipe kepemimpinan


Suarli dan Bahtiar (2010), mengemukakan beberapa gaya kepemimpinan,
yaitu :
a. Kepemimpinan Otokratik
Seorang pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan otokratik
(autocratic) menganggap bahwa semua kewajiban untuk mengambil
keputusan, menjalankan tindakan, mengarahkan, memberi motivasi, dan
mengawasi bawahannya berpusat ditangannya. Pemimpin seperti ini
merasa bahwa hanya ia yang berkompeten untuk memutuskan dan
menganggap bahwa bawahannya tidak mampu untuk mengarahkan diri
mereka sendiri. Seorang otokrat juga mengawasi pelaksanaan pekerjaan
dengan maksud meminimalkan penyimpangan dari arahan yang ia berikan.
b. Kepemimpinan Partisipasif
Seorang pemimpin yang menjalankan kepemimpinannya secara
konsultatif adalah pemimpin yang menggunakan gaya partisipasif.
Artinya, ia tidak mendeklarasikan wewenangnya untuk membuat
keputusan akhir dan untuk memberikan pengarahan tertentu kepada
staf/bawahannya. Ia mencari berbagai pendapat dan pemikiran
bawahannya dan menerima sumbangan pemikiran mereka, sejauh
pemikiran tersebut dapat dipratikkan, pemimpin akan mendorong
kemampuan mengambil keputusan dari para staf/bawahannya.
c. Kepemimpinan Free reign
Dalam gaya kepemimpinan free reign, pemimpin mendelegasikan
kewenangan untuk mengambil keputusan pada para bawahan dngan agak
lengkap. Disini pemimpin menyerahkan tanggung jawab atas pelaksanaan
pekerjaan pada bawahan. Dalam hal ini pemimpin ingin staf/bawahannya
dapat mengendalikan diri mereka masing-masing dalam menyelesaikan
tugasnya.
d. Kepemimpinan demokratis
Gaya seorang pemimpin yang menghargai karakteristik dan kemampuan
sesorang. Pemimpin demokratis menggunakan kekuatan pribadi dan
kekuatan jabatan untuk menarik gagasan dari para pegawai dan
memotivasi anggota kelompok kerja untuk menentukan tujuan mereka
sendiri, mengembangkan rencana meraka dan mengontrol praktek mereka
sendiri.
e. Kepemimpin Laissez faire
Gaya kepemimpinan Laissez faire atau gaya membiarkan adalah gaya
mengatur atau mengkoordinasi dan memaksa bawahan untuk
mrencanakan, melakukan, dan menilai pekerjaan mreka sendiri.
f. Gaya Militeristik
Yaitu gaya kepemimpinan diamana seseorang pemimpin menuntut
disiplin yang tinggi dan baku dari bawahan, senang pada formalitas dan
menerapkan sistem perintah untuk mengerahkan bawahan.
g. Gaya Paternalistik
Yaitu gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin sering bersikap
maha tau, menganggap bawahan belum dewasa, dan jarang memberi
kesempatan pada bawahan untuk mengmbil keputusan dan inisiatif,
maupun mengembangkan kreatifitas.
h. Gaya Kharismatik
Gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin dianggap memiliki
kekuatan gaib, umumnya keturunan raja atau bangsawan, berwibawa,
berkemampuan menjadi teladan, serta bersikap objektif

Tidak ada komentar: