Kepemimpinan adalah bagian yang dianggap penting dalam manajemen
organisasi, yang dimana melekat pada diri seorang pemimpin dalam bentuk
kemampuan atau proses untuk mempengaruhi orang lain atau bawahan
perorangan atau kelompok.
Menurut Wirawan (2013:110) teori kepemimpinan secara umum dapat
di kelompokan menjadi :
a. Teori Kepemimpinan Dilahirkan atau Dibuat
Dalam teori ini para pemimpin ditakdirkan untuk menjadi pemimpin
ketika dilahirkan dan telah membawa bakat sifat-sifat yang diperlukan
untuk menjadi pemimpin.
b. Teori Sifat Kepemimpinan
Menurut teori sifat tersebut dapat diidentifikasikan adalah orang-
orang yang memiliki karakteristik tersebut dapat direkrut untuk menduduki
posisi kepemimpinan. Teori pemimpin ini banyak diterapkan dalam
rekrutmen dan seleksi kepemimpinan. Untuk mengisi suatu jabatan
kepemimpinan atau manajerial ditentukan kriteria kompetensi dan
karakteristik yang mampu melaksanakan tugas secara efektif.
c. Teori Perilaku Kepemimpinan
Dalam penjelasan teori perilaku seorang pemimpin dinilai dari
bagaimana mereka berperilaku terhadap bawahannya. Teori ini dapat
dikelompokan menjadi beberapa teori yaitu:
Teori X dan Teori Y
Chris Argyris
Teori Z
Beberapa teori diatas termasuk dari teori perilaku yang dianggap menjadi
tolak ukur seorang pemimpin.
d. Teori Kontrak Sosial Pemimpin dan Pengikut
Dalam Salah satu cara untuk menjelaskan terjadinya proses
kepemimpinan adalah dengan mempergunakan konsep kontrak sosial
antara pemimpin dengan pengikutnya. Pemimpin dan para pengikutnya
mempunyai keinginan dan kebutuhan yang berbeda walaupun ada kalanya
sama. Pemimpin dan para pengikutnya tidak mungkin mampu memenuhi
keinginan dan kebutuhan mereka sendiri, mereka harus bekerja bersama-
sama untuk mencapai tujuan. Mereka harus melakukan kontrak sosial
untuk memberikan sesuatu kepada masing-masing pihak, jika keinginan
dan kebutuhan mereka terpenuhi.
e. Teori Kepemimpinan Transformasional
Teori ini mengembangkan sistem yang sedang berlangsung dengan
mengemukakan visi yang mendorong berkembangnya masyarakat baru,
menghubungkan nilai-nilai pemimpin dan pengikutnya kemudian
menyatukannya. Keduanya saling mengangkat ke level yang lebih tinggi
menciptakan moral yang semakin lama semakin meninggi, kepemimpinan
transformasional merupakan kepemimpinan moral yang mengikat perilaku
manusia.
f. Teori Kepemimpinan Karismatik
Menurut Weber dalam Wirawan (2013:164) teori karismatik
mempunyai kapasitas untuk mengubah sistem sosial yang berdasarkan
persepsi pengikut yang percaya pemimpin ditakdirkan mempunyai
kemampuan istimewa, kepemimpinan karismatik akan muncul jika terjadi
krisis sosial, dengan visi yang radikal dan menyajikan solusi terhadap
krisis. Kepemimpinan karismatik tidak mendasarkan kepada otoritas
formal atau kekuasaan posisional akan tetapi pada kekuasaan personal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar