Kompensasi non finasial sering menjadi efektif untuk menghasilkan
pengaruh yang kuat, terutama ketika dimensi kerja (tantangan, variasi, umpan
balik dan otonomi), karakteristik kepemimpinan (dukungan dan kepercayaan)
kondusif untuk meningktkan kinerja karyawan.
Menurut Mulyapradana (2016:4) Kompensasi non finansial merupakan
kompensasi yang diberikan kepada karyawan bukan dalam bentuk uang,
malainkan dalam bentuk benefit atau manfaat untuk kesejahteraan karyawan
berupa jaminan sosial, asusransi kesehatan, pensiun tidak berbentuk uang,
lembur, liburan, bahkan pujian dan pengakuan. Kompensasi yang dimaksud
tersebut untuk menciptakan ketenangan dan kesenangan karyawan dalam
bekerja. Sehingga diharapkan pemberian kompensasi tersebut karyawan dapat
lebih produktif dan inovatif serta menjaga kepuasan karyawan agar tidak
meninggalkan perusahaan. Sedangkan menurut Mondy (2016:75) kompensasi
non finansial adalah balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawan
bukan berbentuk uang. Kompensasi non finansial meliputi kepuasan yang
diterima seseorang dari pekerjaan itu sendiri atau lingkungan psikologi dan fisik
tempat orang tersebut bekerja. Aspek kompensasi non finansial tersebut
mencakup faktor-faktor psikologis dan fisik dalam lingkungan kerja
perusahaan. Sementara menurut Umar (2013:125) kompensasi non finansial
dapat disebut kompensasi perlengkapan. Kompensasi non finansial sebagai
kompensasi yang diberikan perusahaan untuk mempertahankan karyawan
dalam jangka waktu panjang dan dengan upaya menciptakan kondisi dan
lingkungan kerja yang menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar