Kepemimpinan Otokrasi merupakan Pemerintahan atau kekuasaan yang
dipegang oleh seseorang yang berkuasa secara penuh dan tidak terbatas
masanya. Sedangkan yang memegang kekuasaan disebut otokrat yang biasanya
dijabat oleh pemimpin yang berstatus sebagai raja atau yang menggunakan
sistem kerajaan. Sedangkan di lingkungan intansi pemerintah bukan raja yang
menjadi pemimpin akan tetapi seperti kepala desa yang memiliki gaya seperti
raja yang berkuasa mutlak dan sentral dalam menentukan kebijaksanaan di
desa. (dalam Rifa’I, 1986:38).
Jadi tipe otoriter, semua kebijaksanaan ditetapkan pemimpin, sedangkan
bawahan tinggal melaksanakan tugas. Semua perintah, pemberian dan
pembagian tugas dilakukan tanpa ada konsultasi dan musyawarah dengan
orang-orang yang dipimpin. Kepemimpinan otokrasi ini mendasarkan diri pada
kekuasaan dan paksaan yang selalu harus dipatuhi. Pemimpin selalu mau
berperan sebagai pemain tunggal pada “one an show”. (Kartono, 2003:38).
Kepala pekon yang otoriter biasanya tidak terbuka, tidak mau menerima kritik,
dan tidak membuka jalan untuk berinteraksi dengan tenaga pemerintahan. Ia
hanya memberikan interuksi tentang apa yang harus dikerjakan serta dalam
menanamkan disiplin cenderung menggunakan paksaan dan hukuman. Kepala
pekon yang otoriter berkeyakinan bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab
atas segala sesuatu, menganggap dirinya sebagai orang yang paling berkuasa,
dan paling mengetahui berbagai hal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar