Pada dasarnya kedisiplinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang menyebabkan disiplin itu dapat berjalan dengan baik atau kurang
maksimal dalam pelaksanaanya, Menurut Hasibuan (2016) faktor yang
mempengaruhi disiplin kerja yaitu sebagai berikut:
1) Tujuan dan Kemampuan. Untuk melakukan disiplin kerja maka harus
ada tujuan yang jelas dan menantang namun tetap dapat dilakukan
sesuai dengan kemampuan untuk dilakukan oleh pegawai.. Tetapi jika
pekerjaan itu di luar kemampuannya atau pekerjaannya itu jauh
dibawah kemampuannya, maka kesungguhan dan kedisiplinan
karyawan akan rendah. Di sini letak pentingnya asas the right man in
the right place and the right man in the right job.
2) Kepemimpinan. Dalam menentukan disiplin kerja karyawan maka
pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya.
Pimpinan harus memberi contoh yang baik, berdisiplin baik, jujur, adil,
serta sesuai kata dengan perbuatan. Pimpinan jangan mengharapkan
kedisiplinan bawahannya baik, jika dia sendiri kurang berdisiplin.
Pimpinan harus menyadari bahwa perilakunya akan dicontoh dan
diteladani oleh para bawahannya. Hal inilah yang mengharuskan agar
pimpinan mempunyai kedisiplinan yang baik, supaya para bawahan
pun berdisiplin baik.
3) Insentif atau gaji. Hal lain yang memperngaruhi disiplin kerja yakni
adalah gaji yang diterima oleh pegawai, bilamana gaji yang didapatkan
adalah gaji yang memuaskan maka kedisiplkinan akan meningkat,
namun sebaliknya jika gaji tidak memuaskan atau bahkan telat diterima
maka kedisiplinan pegawainya pun juga akan terganggu karena itu juga
mempengaruhi kebutuhan yang akan digunakan olehg pegawai.
Keadilan. Keadilan mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan,
karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan
minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya. Apabila keadilan
yang dijadikan dasar kebijaksanaan dalam pemberian balas jasa
(pengakuan) atau hukuman, akan merangsang terciptanya kedisiplinan
karyawan yang baik. Pimpinan atau manajer yang cakap dalam
kepemimpinannya selalu bersikap adil terhadap semua bawahannya,
karena dia menyadari bahwa dengan keadilan yang baik akan
menciptakan kedisplinan yang baik pula.
4) Pengawasan Melekat. Hal seperti inilah yang juga dibutuhkan sebagai
controling kedisiplinan pegawai, dimana akan ada pengecekan
kedisiplinan pegawai. Dengan adanya pegawasan ini artinya pegawai
mau tidak mau harus menjalankan perilaku, moral, sikap yang disiplin.
dua hal yang terjadi dalam pegawasan disiplin kerja, yakni yang
pertama adalah pegawai akan merasa diawasi dan sikap disiplinnya
otomatis akan terbentuk, sedangkan pimpinan sebagai pengawas juga
harus datang setiap saat, hal seperti inilah yang akan membentuk
disiplin kerja. Sanksi Hukuman. Sanksi hukuman berperan penting
dalam memelihara kedisiplinan karyawan. Karena dengan adanya
sanksi hukuman yang semakin berat, karyawan akan semakin takut
melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap dan perilaku yang
indisipliner karyawan akan berkurang. Berat ringannya sangsi hukuman
yang akan diterapkan ikut mempengaruhi baik buruknya kedisiplinan
karyawan.
5) Ketegasan. Pemimpin harus berani tegas bertindak untuk menindak
lanjuti sesuai dengan peraturan apabila pegawai atau karyawan
melakukan indispliner. Dengan ketegasan tersebuat maka akan muncul
rasa segan para pegawai untuk melakukan tindakan tidak disiplin,
namun apabila pimpinan tidak tegas maka bawahan bisa saja
menyepelekan pimpinan tersebut.
6) Hubungan Kemanusiaan. Hubungan kemanusiaan yang harmonis di
antara sesama karyawan ikut menciptakan kedisiplinan yang baik pada
suatu perusahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar