Senin, 29 Juli 2024

Pengertian Good corporate governance (GCG)

  
Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) sangat diperlukan untuk
membangun kepercayaan masyarakat dan dunia internasional sebagai syarat mutlak
bagi dunia perbankan untuk berkembang dengan baik dan sehat.Pada dasarnya Good
Corporate Governance itu sendiri terkait dengan stewardship theory dan agency
theory. Stewardship theory dibangun atas dasar asumsi filosifi mengenai sifat
manusia yakni pada hakekatnya manusia dapat dipercaya, mampu bertindak dengan
penuh tanggung jawab, memiliki integritas dan kejujuran pada pihak lain. Dengan
kata lain teori ini memandang manajemen dapat dipercaya untuk bertindak sebaik-
baiknya bagi kepentingan publik pada umumnya ataupun pemegang saham pada
khususnya. Sementara itu, agency theory yang dikembangkan oleh Michael Johnson
dalam Achmad Daniri, 2006 memandang bahwa manajemen perusahaan sebagai
“agents“ bagi para pemegang saham, akan bertindak dengan penuh kesadaran bagi
kepentingannya sendiri, bukan sebagai pihak yang arif dan bijaksana serta adil
terhadap pemegang saham sebagaimana yang di asumsikan oleh stewardship model.
Tujuan utama GCG adalah meningkatkan keberhasilan usaha dan
akuntabilitas, menciptakan system pengendalian dan keseimbangan (check and
balances), mencegah penyalahgunaan dari sumber daya perusahaan dan tetap
mendorong terjadinya pertumbuhan perusahaan.Penerapan GCG secara benar dan
konsisten diharapkan dapat menciptakan fundamental yang kuat bagi peningkatanrepository.unisba.ac.id
nilai perusahaan dalam jangka panjang melalui peningkatan kinerja yang tinggi
serta penciptaan citra perusahaan yang positif.
Harapan dari penerapan sistem good corporate governance adalah tercapainya
nilai perusahaan (Tumirin, 2007 dalam Tirta, 2009).Dengan adanya salah satu
mekanisme good corporate governance ini diharapkan monitoring terhadap
manajer perusahaan dapat lebih efektif sehingga dapat meningkatkan kinerja
perusahaan dan nilai perusahaan. Jadi jika perusahaan menerapkan sistem good
corporate governancediharapkan kinerja perusahaan tersebut akan meningkat
menjadi lebih baik, dengan meningkatnya kinerja perusahaan diharapkan juga
dapat meningkatkan harga saham perusahaan sebagai indikator dari nilai
perusahaan sehingga nilai perusahaan akan tercapai.
Dalam perspektif penerapan GCG, internal auditor merupakan organ
pendukung yang dibentuk oleh direksi. Peranan dan fungsi internal auditor dalam
suatu perusahaan juga dipergunakan sebagai parameter dan indikator untuk
mengukur penerapan prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntabilitas,
pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. Adanya indikasi berkurangnya
kekeliruan administratif ataupun kekeliruan yang berdampak negatif terhadap
finansial perusahaan, juga menjadi tolok ukur keberhasilan internal auditor.Selain
itu, internal auditor harus memberikan masukan sebagai upaya pencapaian
strategi bisnis perusahaan, mengevaluasi pengelolaan resiko usaha dan
memberikan rekomendasi perbaikan atas prosedur dan pengendalian terhadap
proses-proses bisnis perusahaan serta evaluasi kecukupan indikator kinerjarepository.unisba.ac.id
perusahaan dari segi efisiensi dan efektivitas.Menurut Adiyatna dan Marimin
(2001), efektivitas berkaitan dengan kinerja dalam pencapaian tujuan, sedangkan
efisiensi berkaitan dengan penggunaan sumber daya.
Corporate governance adalah konsep untuk peningkatan kinerja perusahaan
melalui supervisi atau monitoring kinerja manajemen dan menjamin akuntabilitas
manajemen terhadap stakeholder dengan mendasarkan pada kerangka peraturan
(M. Nasution dan D. Setiawan (2007).Corporate governance muncul karena
terjadi pemisahan antara kepemilikan dengan pengendalian perusahaan, atau
seringkali dikenal dengan istilah masalah keagenan. Permasalahan keagenan
dalam hubungannya antara pemilik modal dengan manajer adalah bagaimana
sulitnya pemilik dalam memastikan bahwa dana yang ditanamkan tidak diambil
alih atau diinvestasikan pada proyek yang tidak menguntungkan sehingga tidak
mendatangkan return. Corporate governance diperlukan untuk mengurangi
permasalahan keagenan antara pemilik dan manajer (Macey dan O’Hara, 2003).
The Organization for Economic Corporation and Development (1999) dalam
mendefinisikan corporate governance sebagai berikut:
“The system by which business corporations are directed and control. The
corporate governance structure specifies the distribution of right and
responsibilities among different participant in the corporation, suc as the board,
the managers, shareholders and other stakeholders, and spells out the rule ang
procedure for making decision on corporate affairs. By doing this, it also
provides the structure through which the company objectives are set, and the
means of attaining those objectives and monitoring performance”.repository.unisba.ac.id
Komite Nasional Kebijakan Governance (dalam Bayu, 2010)
mendefinisikancorporate governance sebagai suatu proses dan struktur yang
digunakan oleh organ perusahaan guna memberikan nilai tambah pada perusahaan
secara berkesinambungan dalam jangka panjang bagi pemegang saham, dengan
tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan
perundangan dan norma yang berlaku.
Menurut Niu (2006) dalam Praptiningsih (2009), corporate governance yang
lebih kuat akan mengurangi perilaku oportunistik manajemen sehingga
meningkatkan kualitas dan keandalan pelaporan keuangan. Dalam penelitian lain,
(Eldomiaty & Choi, 2003) menegaskan bahwa lembaga perbankan sebenarnya
telah memiliki kontribusi positif untuk kinerja perusahaan yang menunjukan tata
kelola perusahaan yang baik dapat memecahkan masalah agency khususnya
perusahaan perbankan
Good corporate governance adalah sebuah konsep yang menekankan
pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi yang akurat, benar
dan tepat waktu. Selain itu juga menunjukkan kewajiban perusahaan untuk
mengungkapkan (disclosure) semua informasi keuangan kinerja perusahaan
secara akurat, tepat waktu dan transparan (Tjager, 2003 dalam Darmawati, 2004).
Oleh karena itu, perusahaan publik harus memandang good corporate governance
bukan sebagai aksesoris belaka, tetapi sebagai upaya peningkatan kinerja dan
nilai perusahaan.

Tidak ada komentar: