Rabu, 29 Desember 2021

Risk Assessment (skripsi dan tesis)


Menurut Kurniawati (2010:7) tahapan dalam risk assessment dibagi
menjadi tiga yaitu identifikasi risiko, pengukuran risiko, dan membuat urutan
skala prioritas risiko. Berikut merupakan uraian masing-masing tahapannya:
1. Identifikasi Risiko
Pada dasarnya risiko dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:
a. Risiko bawaan (inherent risk), yaitu risiko yang timbul karena bawaan
aktivitas bisnis suatu perusahaan
b. Risiko sisa (residual risk), yaitu risiko yang tersisa setelah manajemen
melakukan kontrol untuk memitigasi risiko bawaan
Untuk membantu mengidentifikasi risiko dibuat kategori-kategori atas risiko,
seperti risiko strategis, risiko operasional, dan lain-lain.
2. Pengukuran Risiko
Setelah mengidentifikasi risiko, dilakukan pengukuran dengan menilai
seberapa sering kemungkinan terjadinya risiko tersebut (likelihood) dan 
seberapa besar dampak yang diakibatkan dari risiko tersebut (impact).
Pengukuran ini dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif maupun
kualitatif. Menurut Moeller (2011:71) semakin tinggi skor likelihood maka
semakin sering terjadi dan semakin tinggi skor impact maka semakin buruk
dampak yang dihasilkan. Pengambilan keputusan dan pemberian peringkat ini
didasari oleh proses identifikasi, peninjauan, dan evaluasi risiko yang
bertujuan untuk mengidentifikasi risiko mana yang memiliki dampak rendah,
sedang, atau tinggi dan untuk menganalisis risiko manakah yang perlu
mendapat perhatian lebih dari manajemen.
3. Membuat urutan skala prioritas atas risiko
Setelah risiko-risiko tersebut dinilai, dilakukan proses membandingkan
risiko yang telah diukur likelihood dan impactnya dengan kriteria-kriteria
risiko untuk dapat menentukan seberapa signifikan risiko tersebut (high risk,
medium risk, atau low risk)

Tidak ada komentar: