Rabu, 29 Desember 2021

Jenis-Jenis Saham (skripsi dan tesis)


Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001:6), ada beberapa sudut pandang untuk
membedakan saham :
1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
a. Saham Biasa (Common Stock) 
Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan.
Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika suatu
perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham
adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham yang memiliki karakteristik gabungan antar obligasi dan saham biasa, karena
bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak
mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor.
Saham ini serupa dengan saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan
diteerbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut
dan membayar deviden. Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba
dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan
memiliki hak tebus dan dapat diperuntukkan dengan saham biasa.
2. Ditinjau dari cara peralihannya
a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Pada saham ini tidak tertulis mana pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari
satu investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapa yang memegang saham
tersebut maka dialah diakui sebagai pemiliknya.
b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Saham ini mereupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya,
dimana cara peralihanya harus melalui prosedur tertentu. 
c. Ditinjau dari kinerja perdagangan
a. Blue-Chip Stocks
Saham ini merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi
tinggi, sebagai leader di industry sejenis,memiliki pendapat yang stabil dan
konsisten dalam membayar dividen.
b. Income Stocks
Saham ini merupakan saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan
membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun
sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang
lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai. Emiten ini tidak suka
menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
c. Growth Stocks
1. Well - known
Saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang
tinggi, sebagai leader di industry sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
2. Lesser – known
Saham ini merupakan saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam
industry, namun memiliki ciri growth stocks. Umumnya saham ini berasal dari
daerah dan kurang popular dikalangan emiten..
d. Speculative Stock
Saham ini merupakan saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten
memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai
kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti. 
e. Counter Cyclical Stocks
Saham ini merupakan saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro
maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini
tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai
akibat yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh
penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

Tidak ada komentar: