Internal environment merupakan proses mengidentifikasi kondisi internal
perusahaan, seperti kekuatan dan kelemahannya, selera perusahaan, pandangan
terhadap risiko, serta pengendalian yang harus diketahui oleh seluruh pihak dalam
perusahaan. Menurut Moeller (2011:56-59) internal environment menentukan
dasar untuk semua komponen lain dalam model ERM suatu perusahaan, yang
memengaruhi bagaimana strategi dan sasaran harus ditetapkan, bagaimana
aktivitas bisnis terkait risiko disusun, dan bagaimana risiko diidentifikasi dan
ditindaklanjuti. Menurut COSO (dalam Sujono, 2015:21-23) adapun elemen
dalam internal environment yang harus menjadi perhatian antara lain:
1. Risk management philosophy, kepercayaan yang dibagi antara setiap personil
pada organisasi dalam melihat suatu risiko
2. Risk appetite, besaran jumlah risiko yang dapat diterima oleh organisasi dalam
upaya mencapai goals dan objectives
3. Board of director, harus melakukan pengawasan manajemen memeriksa
secara teliti setiap rencana, kinerja, aktivitas, serta menyetujui strategi
organisasi, mengkaji ulang hasil laporan keuangan, dan berinteraksi dengan
auditor internal dan eksternal
4. Integrity and ethical values, organisasi harus menekankan budaya, integritas,
dan komitmen terhadap nilai etika. Organisasi secara aktif harus menekankan
integritas sebagai dasar prinsip beroperasi dengan terus mengajari dan
mewajibkan perilaku berintegritas serta mencontohkan dalam pembuatan
keputusan. Karena personel organisasi akan cenderung mengadopsi perilaku
top manajemen atas risiko dan pengendalian
5. Commitment to competence, organisasi harus berkomitmen terhadap
kompetensi dengan memiliki personel yang kompeten yang didasari oleh
pengetahuan, pemahaman, pelatihan, dan keterampilan
6. Organizational structure, struktur yang mendefinisikan garis otoritas,
tanggung jawab, dan pelaporan. Struktur memberikan kerangka keseluruhan
dalam perencanaan, pengarahan pelaksanaan, pengendalian, dan monitoring
operasi
7. Assignment of Authority and Responsibility, manajemen harus dapat
meyakinkan pegawai memahami tujuan entitas, menguasai otoritas, dan
tanggung jawab untuk setiap bisnis, memberikan semangat atas setiap inisiatif
dalam penyelesaian masalah, dan memberikan akuntabilitas dalam upaya
mencapai tujuan bisnis
8. Human Resource Standard, standar sumber daya manusia harus dirancang,
karena pegawai adalah pengendalian terkuat dan terlemah dalam organisasi.
Rabu, 29 Desember 2021
Internal Environment (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar