Rabu, 29 Desember 2021

Pengaruh Risiko Sistematis terhadap Return Saham (skripsi dan tesis)


Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui
diversifikasikan. Jogiyanto (2010) menyebutkan bahwa risiko sistematis dari suatu
sekuritas atau portfolio dapat diukur dengan beta. Beta saham individual menunjukkan
seberapa besar apa seberapa kecil tingkat perubahan return pasarterhadap return yang
diberikan oleh suatu perusahaan. Semakin tinggi risiko sistematis atau beta maka akan
berpengaruh terhadap return saham.
Teori pasar modal menekankan hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian
investasi (return saham). Hubungan risiko pasar dan tingkat pengembalian (return) ini
bersifat linier dan searah. Artinya semakin besar risiko maka semakin besar pula return
yang diharapkan atas investasi tersebut. Tetapi semakin kecil risiko, maka return yang
diharapkan investor juga semakin kecil (Tandellin, 2001). 
Marisa (2008) pernah melakukan penelitian tentang pengaruh risiko sistematis
dan likuiditas saham terhadap tingkat pengembalian saham, hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara risiko sistematis
dengan tingkat pengembalian saham. Hal ini terjadi karena beta saham berbanding lurus
dengan tingkat pengembalian (return saham), sehingga apabila beta yang merupakan alat
ukur risiko sistematis naik, maka return saham juga akan naik. 

Tidak ada komentar: