Menurut Kotler (dalam Tjiptono 2004) yang dikutip dari Buku Total Quality
Management ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan
pengukuran kepuasan pelanggan, diantaranya :
a. Sistem keluhan dan saran
Organisasi yang berpusat pelanggan (Customer Centered) memberikan
kesempatan yang luas kepada para pelanggannya untuk menyampaikan saran
dan keluhan, misalnya dengan menyediakan kotak saran, kartu komentar,
customer hot lines, dll.Informasi-informasi ini dapat memberikan ide-ide
cemerlang bagi perusahaan dan memungkinkannya untuk bereaksi
secaratanggap dan cepat untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul.
b. Ghost shopping
Salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan
adalah dengan mempekerjakan beberapa orang untuk berperan atau bersikap
sebagai pembeli potensial, kemudian melaporkan temuan-temuannya mengenai
kekuatan dan kelemahan produk perusahaan dan pesaing berdasarkan
pengalaman mereka dalam pembelian produk-produk tersebut. Selain itu para
ghost shopper juga dapat mengamati cara penanganan setiap keluhan.
c. Lost customer analysis (analisis kehilangan pelanggan)
P
erusahaan sebaiknya menghubungi para pelanggan yang telah berhenti
membeli atau yang telah pindah pemasok agar dapat memahami mengapa hal
itu terjadi. Bukan hanya exit interview saja yang perlu, tetapi pemantauan
customer loss rate juga penting, peningkatan customer loss rate menunjukkan
kegagalan perusahaan dalam memuaskan pelanggannya.
d. Survey kepuasan pelanggan
Umumnya penelitian mengenai kepuasan pelanggan dilakukan dengan
penelitian survey, baik melalui pos, telepon, maupun wawancara
langsung.Perusahaan akan memperoleh tanggapan dan umpan balik secara
langsung dari pelanggan dan juga memberikan tanda (signal) positif bahwa
perusahaan menaruh perhatian terhadap para pelanggannya.
Metode survey kepuasan pelanggan dapat menggunakan pengukuran dengan
berbagai cara, yaitu :
1) Pengukuran dapat dilakukan secara langsung dengan pertanyaan seperti
”Ungkapkan seberapa puas Saudara terhadap pelayanan X pada skala
berikut : sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, sangat puas”(directly
reported satisfaction).
2) Responden juga dapat diberi pertanyaan mengenai seberapa besar mereka
mengharapkan suatu atribut tertentu dan seberapa besar yang mereka
rasakan (derived satisfaction).
3) Metode lain adalah dengan meminta responden untuk menuliskan
masalah-masalah yang mereka miliki dengan penawaran dari perusahaan
dan untuk menuliskan perbaikan-perbaikan yang mereka sarankan
(problem analysis).
4) Selain itu responden juga dapat diminta untuk meranking berbagai elemen
dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemendan seberapa
baik kinerja perusahaan dalam masing-masing elemen
(importance/performance ratings)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar