Pengertian atau definisi kualitas mempunyai cakupan yang sangat luas, relatif,
berbeda-beda dan berubah-ubah, sehingga definisi dari kualitas memiliki banyak
sudut pandang dan sangat bergantung pada konteksnya. Terutama jika dilihat dari
sisi penilaian akhir konsumen dan definisi yang diberikan oleh berbagai ahli serta
dari sudut pandang produsen sebagai pihak yang menciptakan kualitas. Konsumen
dan produsen itu berbeda dan akan merasakan kualitas secara berbeda pula sesuai
dengan standar kualitas yang dimiliki masing-masing. Begitu pula para ahli dalam
memberikan definisi dari kualitas juga akan berbeda satu sama lain karena mereka
membentuknya dalam dimensi yang berbeda.
19
Upaya mendifinisikan kualitas dalam organisasi jasa tertentu bukanlah
sesuatu yang mudah dilakukan.Meski demikian, dari berbagai literatur dijumpai
beberapa definisi kualitas yang banyak dikutip dan diadaptasi.
Adapun beberapa
definisi kualitas yang dikemukakan oleh beberapa ahli (dalam ZulianYamit,
2001:7).
1.Josep M. Juran
Mendefinisikan kualitas sebagai kecocokan untuk pemakaian (fitness for use).
Definisi ini menekankan orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan.
2. Philip B. Crosby
Pendekatan Crosby menaruh perhatian besar pada transformasi budaya
kualitas. Ia mengemukakan pentingnya melibatkan setiap orang dalam
organisasi pada proses, yaitu dengan jalan menekankan kesesuaian individual
terhadap persyaratan/ tuntutan .
3. W. Edwards Deming
Strategi Deming didasarkan pada alat-alat statistik. Strategi ini tidak
memperhitungkan biaya ketidakpuasan pelanggan, karena menurutnya, itu
tidak mungkin diukur. Strategi Deming berfokus pada proses untuk
mengeliminasi variasi karena sebagian besar dapat dikendalikan manajemen.
Deming sangat yakin bahwa bila karyawan diberdayakan untuk memecahkan
masalah (dengan catatan manajemen menyediakan alat-alat yang cocok), maka
kualitas dapat disempurnakan terus-menerus.
Pengukuran dimensi kualitas yang dikemukakan oleh Zeithaml, Berry
dan Parasuraman (dalam ZulianYamit, 2001:19) adalah sangat tepat digunakan untuk mengukur kualitas jasa pelayanan, yaitu ditentukan oleh variabel harapan
konsumen dan kinerja yang dirasakan. Pengukuran kualitas dapat dilakukan
melalui perhitungan biaya kualitas dan melalui penelitian pasar mengenai persepsi
konsumen terhadap kualitas, seperti: menemui konsumen, survey, sistem
pengaduan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar