Kinerja adalah perilaku organisasi yang secara langsung berhubungan
dengan produksi barang atau penyampaian jasa. Informasi tentang kinerja
organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting digunakan untuk
mengevaluasi apakah proses kinerja yang dilakukan organisasi selama ini sudah
sejalan dengan tujuan yang diharapkan atau belum. Akan tetapi dalam
kenyataannya banyak organisasi yang justru kurang atau bahkan tidak jarang ada
yang mempunyai informasi tentang kinerja dalam organisasinya. Kinerja sebagai
hasil-hasil fungsi pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu
organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan
organisasi dalam periode waktu tertentu (Tika, 2006).
Sedangkan menurut Rivai dan Basri (2005) kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk
melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung
jawab dengan hasil seperti yang diharapkan.
Handoko (2002) mengistilahkan kinerja (performance) dengan prestasi
kerja yaitu proses melalui mana organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi
kerja karyawan. Berikut ini adalah beberapa pengertian kinerja oleh beberapa
pakar yang dikutip oleh Bambang Guritno dan Waridin (2005).
Menurut Winardi (1992) kinerja merupakan konsep yang bersifat universal
yang merupakan efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan
bagian karyawannya berdasar standar dan kriteria yang telah ditetapkan
sebelumnya, karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia, maka
kinerja sesungguhnya merupakan perilaku manusia dalam memainkan peran yang
mereka lakukan dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yang
telah ditetapkan agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Menurut
Gomes (2000) kinerja merupakan catatan terhadap hasil produksi dari sebuah
pekerjaan tertentu atau aktivitas tertentu dalam periode waktu tertentu.
Dessler (1997) menyatakan bahwa penilaian kinerja adalah memberikan
umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk
menghilangkan kemerosotan kinerja atau berkinerja lebih tinggi lagi. Menurut
Dessler, penilaian kerja terdiri dari tiga langkah, pertama mendifinisikan
pekerjaan berarti memastikan bahwa atasan dan bawahan sepakat dengan tugastugasnya dan standar jabatan. Kedua, menilai kinerja berarti membandingkan
kinerja aktual atasan dengan standar-standar yang telah ditetapkan, dan ini
mencakup beberapa jenis tingkat penilaian. Ketiga, sesi umpan balik berarti
kinerja dan kemajuan atasan dibahas dan rencana-rencana dibuat untuk
perkembangan apa saja yang dituntut.
Efendi (2002) berpendapat bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang
dihasilkan oleh pegawai atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai peranannya
dalam organisasi.
Kinerja juga berarti hasil yang dicapai seseorang baik kualitas
maupun kuantitas sesuai dengan tanggungjawab yang diberian kepadanya. Selain
itu kinerja seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, inisiatif, pengalaman kerja, dan motivasi karyawan. Hasil kerja seseorang akan memberikan umpan
balik bagi orang itu sendiri untuk selalu aktif melakukan pekerjaannya secara baik
dan diharapkan akan menghasilkan mutu pekerjaan yang baik pula. Pendidikan
mempengaruhi kinerja seseorang karena dapat memberikan wawasan yang lebih
luas untuk berinisiatif dan berinovasi dan selanjutnya berpengaruh terhadap
kinerjanya.
Sopiah (2008) menyatakan lingkungan juga bisa mempengaruhi kinerja
seseorang. Situasi lingkungan yang kondusif, misalnya dukungan dari atasan,
teman kerja, sarana dan prasarana yang memadai akan menciptaka kenyamanan
tersendiri dan akan memacu kinerja yang baik. Sebaliknya, suasana kerja yang
tidak nyaman karena sarana dan prasarana yang tidak memadai, tidak adanya
dukungan dari atasan, dan banyak terjadi konflik akan memberi dampak negatif
yang mengakibatkan kemerosotan pada kinerja seseorang. Sedangkan kinerja
karyawan menurut Simamora (2004) adalah tingkat hasil kerja karyawan dalam
pencapaian persyaratan pekerjaan yang diberikan.
Menurut Guritno dan Waridin (2005) kinerja merupakan perbandingan
hasil kerja yang dicapai oleh karyawan dengan standar yang telah ditentukan.
Sedangkan menurut Hakim (2006) mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja
yang dicapai oleh individu yang disesuaikan dengan peran atau tugas individu
tersebut dalam suatu perusahaan pada suatu periode waktu tertentu, yang
dihubungkan dengan suatu ukuran nilai atau standar tertentu dari perusahaan
dimana individu tersebut bekerja. Kinerja merupakan perbandingan hasil kerja
yang dicapai oleh pegawai dengan standar yang telah ditentukan (Masrukhin dan
Waridin, 2004)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar