Menurut Sam dan Tahir (2010, p.21) kepercayaan (trust) adalah sebuah karakteristik
yang ditentukan oleh faktor ketidakpastian, kelabilan, dan ketergantungan. Trust
didefinisikan sebagai dimensi dari sebuah hubungan yang menentukan suatu tingkat di mana
sebuah pihak merasa dapat mempercayai integritas dari janji yang ditawarkan oleh pihak
yang lainnya. Kepercayaan (trust) dalam hal ini merupakan sebuah perasaan untuk bisa
mempercayai pihak lainnya atas semua janji yang telah diberikan.
Morgan dan Hunt (2008) memaparkan bahwa hubungan yang terjadi antara
perusahaan dengan konsumen banyak ditentukan oleh kepercayaan dan komitmen. Zikmund
(Soegoto, 2013, p.1274) menyatakan kepercayaan berkaitan dengan emotional bonding yaitu
kemampuan seseorang untuk mempercayakan perusahaan atau sebuah merek untuk
menjalankan sebuah fungsi, sehingga dapat diperkirakan bahwa kepercayaan akan
mempunyai hubungan yang positif dengan minat beli ulang dan loyalitas. Hal ini diperkuat
oleh pendapat Lau dan Lee yang menyatakan bahwa faktor trust terhadap sebuah merek
merupakan aspek krusial dalam pembentukan loyalitas. Kesediaan konsumen untuk
mempercayai atau mengandalkan produk/jasa berkaitan dengan harapan konsumen bahwa
produk/jasa yang bersangkutan akan memberikan hasil yang positif (Soegoto, 2013, p.1274).
Kepercayaan dan komitmen adalah perantara kunci dalam membangun hubungan jangka
panjang bagi konsumen yang memiliki orientasi hubungan yang tinggi terhadap perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar