Sabtu, 21 Desember 2019

Gaya Kepemimpinan (skripsi dan tesis)

Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi orang lain seperti yang ia lihat (Thoha, 1993). Kebanyakan orang menganggap gaya kepemimpinan merupakan tipe kepemimpinan. Hal ini antara lain dinyatakan oleh Siagian (2003) bahwa gaya kepemimpinan seseorang adalah identik dengan tipe kepemimpinan orang yang bersangkutan. Artinya uuntuk kepentingan pembahasan, istilah tipe dan gaya kepemimpinan dipandang sebagai sinonim. Secara relatif ada tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda, yaitu otokratis, demokratis dan laissezfaire, yang semuanya mempunyai kelemahan-kelemahan dan kelebihan. Adapun tiga macam gaya kepemimpinan (Handoko, 2001) adalah sebagai berikut :
 a. Otokratis Gaya otokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala kegiatan yang akan dilakukan diputuskan oleh pmpinan semata-mata. Kepemimpinan gaya otokratis antara lain berciri: 
(1) Semua penentu kebijaksanaan dilakukan oleh pimpinan. 
(2) Teknik-teknik dan langkahlangkah kegiatan didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkat yang luas.
 (3) Pemimpin biasanya mendikte tugas kerja bersama setiap anggota. Penerapan gaya kepemimpinan otokratis dapat mendatangkan keuntungan antara lain berupa kecepatan serta ketegasan dalam pembuatan keputusan dan bertindak sehingga untuk sementara mungkin kinerja dapat naik. 
b. Demokratis Gaya demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah tetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan 9 dan bawahan. Kepemimpinan gaya otokratis antara lain berciri:
 (1) Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pimpinan. 
(2) Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum uuntuk tujuan kelompok dibuat, dan bila butuhkan petunjuk-petunjuk teknis, pemimpin menyarankandua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih. (3) Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. Penerapan gaya demokratis dapat mendatangkan keuntungan antara lain berupa keputusan serta tindakan yang lebih obyektif, tumbuhnya rasa ikut memiliki serta terbinanya moral yang tinggi. 
c. Laissez-Faire Gaya laissez-faire adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan lebih banyak diserahkan kepada bawahan. Kepemimpinan gaya laissez-faire antara lain berciri: 
(1) Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu, dengan partisipasi dari pimpinan.
 (2) Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pimpinan yang membuat orang selalu siap bila dia kan memberikan informasi pada saat ditanya. Dia tidak mengambil bagian dalam diskusi kerja.
 (3) Sama sekali tidak ada partisipasi dari pimpinan dalam penentuan tugas. 
Penerapan gaya kepemimpinan laissez-faire dapat mendatangkan keuntungan antara lain para anggota atau bawahan akan dapat menggembangkan kemampuan dirinya.
1. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang untuk mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang dilihat (Miftah, 2007). 
2. Gaya kepemimpinan yang menunjukkan baik secara langsung maupun tidak langsung tentang keyakinan seorang pemimpin terhadap kemampuan bawahannya. Artinya gaya kepemimpinan adalah perlaku dan strategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah, ketrampilan sifat, sikap yang sering diterapkan seorang pemimpin ketika ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya (Rivai, 2009).

Tidak ada komentar: