Selasa, 08 September 2020

Biaya Persediaan (skripsi dan tesis)

 Biaya persediaan seringkali sulit dideteksi karena sebagian besar pengeluaran yang dikeluarkan untuk persediaan tidak memiliki catatan yang pasti dan nominalnya selalu berubah akibat dipengaruhi banyak faktor. Salah satu contohnya yaitu menentukan biaya persiapan yang biasanya hanya ditentukan oleh catatan perusahaan, namun sulit untuk memisahkan komponen biaya pemesanan variabel dan tetap. Masalah dalam keputusan persediaan dapat diatasi dengan menggunakan kriteria ekonomis, dimana struktur biaya menjadi syarat mutlak. Struktur biaya ini memuat biaya persediaan yang termasuk semua pengeluaran dan kerugian akibat adanya persediaan. Biaya persediaan ini di dalam perusahaan secara umum dibedakan menjadi empat jenis yaitu (Zulfikarijah, 2005) :
 1. Biaya pembelian (purchasing cost) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang, jumlahnya tergantung pada jumlah barang yang dibeli dan harga per unit. Biaya ini menjadi saat penting ketika harga barang dipengaruhi oleh ukuran pembelian dengan adanya diskon harga (price discount/price break) dimana harga per unit akan menurun pada saat jumlah pembelian  meningkat dan sebaliknya. Dalam praktek konsep ini jarang dimasukkan dalam biaya total pembelian karena diasumsikan bahwa harga barang per unit tidak dipengaruhi oleh jumlah barang yang dibeli, sehingga pembelian untuk periode tertentu (satu tahun) konstan dan tidak berpengaruh pada pengoptimalan jumlah barang yang harus dipesan. 
2. Biaya pengadaan (procurement cost) merupakan biaya yang berhubungan dengan pembelian barang yang terdiri dari biaya pemesanan (ordering cost) apabila barang yang diperlukan berasal dari luar perusahaan. Biaya ini meliputi semua pengeluaran yang disebabkan oleh adanya kegiatan mendatangkan barang dari luar seperti biaya menentukan pemasok, pengetikan pemesanan, pengiriman pesanan, biaya pengangkutan, biaya penerimaan, dan sebagainya. Biaya lainnya yaitu biaya persiapan (setup cost) yang muncul akibat adanya kegiatan mempersiapkan produksi suatu barang yang berasal dari pabrik meliputi biaya menyusun peralatan produksi, menyetel mesin, mempersiapkan gambar kerja, dan sebagainya. Dalam bebapa kasus, biaya persiapan ini bisa sangat tinggi contohnya biaya yang diperlukan untuk menyalakan boiler batubara. Biaya ini seringkali diperhitungkan sebagai biaya tetap yang dapat berkurang akibat perubahan cara operasi pendesainan dan manajemen
. 3. Biaya penyimpanan (carrying cost/holding cost) merupakan semua pengeluaran yang disebabkan oleh adanya kegiatan menyimpan barang dalam periode waktu tertentu. Biaya ini diwujudkan dalam bentuk prosentase nilai rupiah per unit waktu. Biaya-biaya yang termasuk didalamnya adalah :
 a. Biaya modal (cost of capital) diukur sebagai prosentase nilai persediaan untuk periode waktu tertentu. 
b. Biaya penyimpanan (cost of storage) adalah biaya yang dikeluarkan untuk tempat/gudang penyimpanan barang yang didalamnya termasuk biaya tempat, asuransi dan pajak.
 c. Biaya keusangan/kadaluwarsa (obselence cost) atau sama dengan biaya kerusakan (deterioration). Penyimpanan barang dalam waktu yang relatif lama dapat berakibat pada menurunnya nilai barang yang dapat disebabkan 16 oleh adanya perubahan teknologi, model, dan tren konsumen. Biaya ini diukur dengan menghitung besarnya nilai jual barang tersebut. d. Biaya kehilangan (loss cost) terjadi karena kehilangan penjualan akibat barang yang digudang tidak dapat dijual lagi akibat mengalami kerusakan.
 e. Biaya asuransi (insurance cost). Bahaya yang terjadi pada saat penyimpanan persediaan adalah bahaya yang tidak dapat dikendalikan seperti bencana alam, kebakaran, dan sebagainya. beberapa perusahaan besar mengasuransikan persediannya untuk mengantisipasi kerugian tersebut.
 4. Biaya kekurangan persediaan (stockout cost). Biaya ini merefleksikan konsekuensi ekonomis yang disebabkan karena kehabisan persediaan. Kondisi ini merugikan perusahaan karena proses bisnis perusahaan akan terganggu dan kesempatan untuk memperoleh peluang/keuntungan akan hilang karena pelanggan bisa pindah ke perusahaan lain akibat permintaannya tidak terpenuhi yang pada akhirnya berpengaruh pada citra perusahaan. Biaya-biaya yang termasuk didalamnya adalah : a. Jumlah barang yang tidak terpenuhi diukur berdasarkan kehilangan peluang untuk memenuhi permintaan konsumen atau yang biasa disebut biaya penalty dengan satuan rupiah per unit. b. Waktu pemenuhan. Kekurangan persediaan berakibat pada lambatnya waktu penyelesaian barang karena adanya waktu menganggur pada saat perusahaan harus memesan persediaan, waktu menganggur ini merupakan biaya kehilangan pendapatan. Pengukuran biaya ini berdasarkan waktu yang diperluakn untuk mengisi gudang dengan satuan rupiah per satuan waktu c. Biaya pengadaan darurat seringkali diperlakukan sebagai upaya untuk memenuhi permintaan konsumen dalam kondisi kehabisan persediaan, sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar dibandingkan kondisi normal. Pengukurannya berdasarkan pada pemesanan setiap kali kehabisan persediaan

Tidak ada komentar: