Menurut Temporal dan Trott (2002), CRM atau manajemen
hubungan pelangan mempunyai cara kerja sebagai berikut: 1) Menciptakan lingkaran komunikasi secara terus-menerus antara merek
dengan konsumen
Tindakan ini dapat dilakukan dengan cara menelpon, tatap muka,
surat-menyurat, internet atau kombinaasi dari cara-cara tesebut. Hal
yang paling penting adalah membuka komunikasi dengan para
konsumen untuk berinteraksi dengan perusahaan.
2) Mengetahui konsumen
Menggunakan saluran komunikasi yang baru ditemukan untuk
mengetahui konsumen tidak hanya nama dan alamat saja akan tetapi
mengenai siapa mereka, siapa saja yang ada dalam keluarganya, apa
pekerjaan mereka, apa ambisi-ambisi mereka, apa yang mereka suka
dan tidak suka. Perusahaan dapat bertanya lansung dengan pihak
konsumen.
3) Menggunakan data konsumen yang sudah ada
Perusahaan perlu melihat informaasi yang seharusnya telah dimiliki
oleh perusahaan mengenai konsumen, termasuk didalamnya adalah
informasi mengenai, seberapa sering mereka membeli dari
perusahaan, berapa uang yang mereka habiskan untuk membeli
produk, kapan terahir mereka membeli.
4) Bertanya kepada konsumen mengenai apa yang mereka inginkan dari
perusahaan
Apa yang mereka beli jika hanya perusahaan yang menyediakan, Apa
yang mereka sukai dari Merk perusahaan dan Apa yang tidak mereka
sukai dari Merek.
15
5) Mengembangkan potensi yang belum terbuka
Merk-merk apa yang mereka beli yang merupakan competitor,
mengapa mereka tidak membeli dari segala sesuatu yang mereka
butuhkan dari perusahaan jika perusahaan menawarkannya, dan Apa
yang harus dilakukan untuk meyakinkan konsumen agar membeli
lebih banyak.
6) Menciptakan pengetahuan
Dengan cara menggabungkan seluruh data yang sudah ada untuk
menciptakan database yang paling efektif dalam organisasi secara
keseluruhan. Database ini akan menggerakkan setiap bagian penjualan
yang ditargetkan dan aktifitas pemasaran pada basis konsumen.
7) Menggunakan kembali pengeahuan yang ada dari waktu ke waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar