Selasa, 08 September 2020

Perishable Item (skripsi dan tesis)

 Perishable item adalah produk/barang yang memiliki waktu siklus hidup pendek atau dengan kata lain mudah kadaluwarsa. Produk-produk yang mudah kadaluwarsa adalah bahan makanan dan bahan kimia yang jika dikonsumsi  melewati batas waktu kadaluwarsanya akan menyebabkan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan. Selain berbahaya bagi tubuh, produk yang kadaluwarsa sudah jelas merugikan perusahaan karena setelah produk tersebut memasuki masa kadaluwarsa, produk tersebut tidak bisa dijual lagi. Bahkan permintaan pelanggan menurun saat mendekati tanggal kadaluwarsanya (Hsu, 2012). Produk yang kadaluwarsa harus segera dikeluarkan dari gudang penyimpanan sehingga tidak semakin meningkatkan biaya simpan. Disisi lain, dengan adanya produk yang kadaluwarsa menyebabkan persediaan terlalu sedikit dan dapat menyebabkan tidak terpenuhinya permintaan sehingga menyebabkan adanya keuntungan yang hilang (Rikardo et al., 2015). Pengendalian persediaan untuk produk yang bersifat perishable lebih sulit, terlebih apabila permintaan produk tersebut fluktuatif dan tidak pasti. Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan akibat hal tersebut, sebagian perusahaan menyiasatinya dengan menyediakan persediaan kebutuhan bahan baku yang banyak. Namun persedian bahan baku yang berlebih, menimbulkan biaya kadaluwarsa yang besar dan kerugian akibat kehilangan penjualan (Suryajaya, Octavia, & Widyadana, 2012). 
Biaya-biaya yang hilang akibat bahan baku yang kadaluwarsa ini yaitu biaya pembelian, biaya simpan, biaya transportasi, dan biaya pemesanan dan biaya akibat kekurangan produk (kehilangan penjualan). Produk/barang yang mudah kadaluwarsa juga akan mengalami deterioration. Deterioration adalah penurunan nilai yang mengakibatkan kerusakan pada suatu produk. Cepat lambatnya deterioration tergantung pada sistem penyimpanan produk, terlebih lagi produk segar serti buah-buahan, sayuran ataupun daging. Waktu kadaluwarsa produk menunjukan waktu terakhir kapan produk tesebut dapat digunakan. Meskipun tingkat penurunan nilai cukup lambat, hal tersebut tetap berpengaruh pada sistem penyimpanan dan tidak bisa di abaikan. Klasifikasi penyimpanan produk gudang berdasarkan hal berikut (Goyal & Giri, 2001) : 1. Keusangan/kuno/ketinggalan jaman. Hal ini merujuk pada kehilangan nilainya akibat perkembangan teknologi atau peluncuran produk baru sehingga produk lama menjadi tidak muktahir lagi.  2. Penurunan nilai. Hal ini merujuk pada kerusakan, cacat produksi, penguapan dan sebagainya yang terjadi pada produk. Misalnya bahan makanan, darah, film fotografi yang waktu penggunaan memiliki batas maksimal dan setelah itu tidak bisa digunakan sama sekali. 3. Tidak mengalami kerusakan/penurunan

Tidak ada komentar: