Henry fayol mengidentifikasi adanya lima fungsi, yaitu : planning, organizing,
commanding, coordianting dan controlling. Sedangkan luther Gulick menyatakan
adanya tujuan unsur yang dihimpun dalam kata kata Posdocorb, yaitu: Palanning,
Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reportir, Budgetting.
Kemudian yang terakhir, lebih popular dan sederhana adalah fungsi – fungsi
manajemen yang dikemukamam oleh G.R. Terry dengan istilah POAC, yaitu
Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. (Buchori, 2014 : 137)
1). Planning
Merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan alternatif-alternatif,
kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur, dan program-program sebagai
bentuk usaha untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dalam perencanaannya,
terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu:
a) Specific yang berarti suatu perencanaan harus jelas maksud tujuannya
ataupunruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar serta tidak terlalu idealis.
b) Measurable yang berarti suatu program kerja atau rencana yang harus dapat
diukur tingkat keberhasilannya.
c) Achievable yang berarti sesuatu dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan atau
khayalan.
d) Realistic yang berarti sesatu yang sesuai dengan kemampuan serta sumber daya
yang ada. Tidak terlalu mudah serta tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan
didalamnya.
e) Time yang berarti iyalah ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan,
triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai serta dapat dievaluasi. 2) Organizing
Agar suatu tujuan tercapai maka harus dibutuhkan juga pengorganisasian.
Dalam suatu perusahaan biasanya diwujudkan ke dalam bentuk bagan organisasi.
Yang setelahnya kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan
juga biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang serta juga uraian
jabatan (Job Description) masing – masing .Semakin tinggi suatu jabatan maka
biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab serta wewenangnya. Dan
Biasanya juga semakin besar penghasilannya.
3). Actuating
Perencanaan serta pengorganisasian yang kurang baik maka berarti tidak
diikuti dengan pelaksanaan kerja yang baik pula. oleh karena itu maka
dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas serta kerjasama. Semua sumber daya manusia
yang ada harus dioptimalkan secara se’efiesien mungkin untuk mencapai visi,
misi serta program kerja organisasi. Actuating Pelaksanaan kerja juga harus
sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali jika memang ada hal-hal
khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian ulang. Setiap Sumber Daya Manusia
juga harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi serta peran, keahlian dan
kompetensi masing-masing Sumber daya Manusia untuk mencapai visi, misi serta
program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
4). Controlling
Agar pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan serta
program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik itu dalam bentuk supervisi,
pengawasan, inspeksi sampai audit. Kata-kata tersebut memang memiliki maknayang berbeda, tapi yang terpenting iyalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan yang terjadi. Baik itu dalam tahap
perencanaan, pelaksanaan ataupun pengorganisasian. Sehingga dari hal tersebut
dapat segera dilakukan antisipasi , koreksi, serta penyesuaian-penyesuaian yang
sesuai dengan situasi, kondisi serta perkembangan zaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar