Loyalitas atau kesetiaan didefinisikan sebagai komitmen yang
dipegang kuat untuk membeli atau berlangganan lagi produk atau jasa
tertentu di masa depan meskipun ada pengaruh situasi dan usaha pemasaran
yang berpotensi menyebabkan perubahan perilaku (Kotler dan Keller,
2012). Loyalitas sebagai kondisi dimana konsumen mempunyai sikap positif
terhadap suatu merek, mempunyai komitmen pada merek tersebut dan
bermaksud meneruskan pembeliannya di masa mendatang (Mowen dan
Minor, 2002). Loyalitas konsumen dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu
loyalitas merek (brand loyalty) dan loyalitas toko (store loyalty). Loyalitas
merek adalah sikap menyenangi terhadap suatu merek yang
direpresentasikan dalam pembelian yang konsisten terhadap merek itu
sepanjang waktu, sedangkan loyalitas toko juga ditunjukkan oleh perilaku
konsisten tetapi perilaku konsistennya adalah dalam mengunjungi toko
dimana di tempat tersebut konsumen bisa memebeli merek yang diinginkan
(Sutisna, 2006). Konsumen yang dianggap loyal akan berlangganan atau melakukan
pembelian ulang selama jangka waktu tertentu. Konsumen yang loyal sangat
berarti bagi badan usaha karena biaya untuk mendapatkan konsumen baru
lebih mahal daripada memelihara konsumen lama (Peter dan Olson, 2006).
Loyalitas dapat diukur berdasarkan :
a. Urutan pilihan (choice sequence)
Metode urutan pilihan atau disebut juga pola pembelian ulang ini
banyak dipakai dalam penelitian dengan menggunakan panel-panel
agenda harian konsumen lainnya, dan lebih terkini lagi, data scanner
supermarket.
b. Proporsi pembelian (proportion of purchase)
Berbeda dengan runtutan pilihan, cara ini menguji proporsi
pembelian total dalam sebuah kelompok produk tertentu. Data yang
dianalisis berasal dari panel konsumen.
c. Preferensi (preference)
Cara ini mengukur loyalitas dengan menggunakan komitmen
psikologis atau pernyataan preferensi.Dalam hal ini, loyalitas dianggap
sebagai “sikap yang positif” terhadap suatu produk tertentu, sering
digambarkan dalam istilah niat untuk membeli.
d. Komitmen (commitment)
Komitmen lebih terfokus pada komponen emosional atau perasaan.
Komitmen terjadi dari keterkaitan pembelian yang merupakan akibat dari
keterlibatan ego dengan kategori merek .
Keterlibatan ego tersebut terjadi ketika sebuah produk sangat berkaitan dengan nilai-nilai penting,
keperluan, dan konsep diri konsumen (Mardalis, 2005).
Indikator dari loyalitas konsumen adalah :
a. Repeat Purchase yaitu kesetiaan terhadap pembelian produk
b. Retention yaitu ketahanan terhadap pengaruh yang negatif mengenai
perusahaan
c. Referalls yaitu mereferensikan secara total esistensi perusahaan
(Kotler dan Keller, 2012).
Ada beberapa keuntungan yang diproleh perusahaan apabila mempunyai
konsumen yang loyal :
a. Mengurangi biaya pemasaran
b. Mengurangi biaya transaksi
c. Mengurangi biaya turn overkonsumen
d. Meningkatkan penjualan silang yang akan memperbesar pangsa pasar
perusahaan.
e. Word of mouth yang lebih positif dengan asumsi bahwa konsumen yang
loyal juga berarti mereka yang merasa puas
f. Mengurangi biaya kegagalan (seperti biaya pergantian, dan lain-lain).
Ada beberapa fakta penting sehubungan dengan loyalitas konsumenbagi
perusahaan (Kotler dan Keller, 2012):
a. Mendapatkan konsumen baru biayanya bisa mencapai lima kali lipat
lebih besar daripada biaya yang tercakup dalam memuaskan dan
mempertahankan konsumen. Diperlukan banyak usaha untuk membujuk
konsumen yang puas untuk beralih ke pemasok mereka yang sekarang.
24
b. Rata-rata perusahaan kehilangan 10% dari konsumennya setiap tahun.
c. Pengurangan 5% dari tingkat kehilangan konsumen dapat meningkatkan
laba sebesar 25% sampai 85%, tergantung pada industrinya.
d. Tingkat laba konsumen cenderung meningkat selama hidup konsumen
yang tetap bertahan itu.
Terdapat 2 cara dalam memperkuat retensi konsumen. Pertama dengan
mendirikan rintangan beralih yang tinggi. Konsumen lebih enggan beralih ke
perusahaan lainnya jika melibatkan biaya modal yang tinggi, biaya pencarian
yang tinggi, kehilangan potongan harga dan sebagainya. Kedua dengan
memberikan kepuasan yang tinggi kepada konsumen. Hal ini mempersulit
pesaing untuk meruntuhkan rintangan beralih dengan hanya menawarkan harga
yang lebih rendah atau perangsang lain untuk beralih (Kotler dan Keller, 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar