Pada dasarnya, Konsep Customer Relationship Management (CRM) muncul
berdasarkan konsep relationship marketing. “Jika dalam relationship marketing
perusahaan berusaha untuk menjalin hubungan dengan seluruh pihak yang
berkepentingan dalam organisasi pelayanan, maka Customer Relationship
Management (CRM) menekankan pada sisi pelanggan saja” (Vanessa Gaffar,
2007:86). Pelanggan yang dimaksud tentulah tidak hanya pada kepentingan
25
pelanggan eksternal saja melainkan juga pelanggan internal yaitu para karyawan
dari organisasi pelayanan tersebut baik perusahaan ataupun lembaga
pemerintahan.
Seperti yang diungkapkan oleh Kotler dan Kevin L Keller (2007:189), CRM
merupakan “proses mengelola informasi rinci tentang masing-masing pelanggan
dan secara cermat mengelola semua titik sentuhan pelanggan demi
memaksimalkan kesetiaan pelanggan”.
Definisi Customer Relationship Management (CRM) menurut Buttle
(2007:48) yaitu “CRM adalah strategi inti dalam bisnis yang mengintegrasikan
proses-proses dan fungsi-fungsi internal dengan semua jaringan eksternal untuk
menciptakan serta mewujudkan nilai bagi para konsumen sasaran secara
profitabel”.
Sedangkan menurut Temporal dan Troot (2002:7) berpendapat bahwa
“CRM pada intinya merupakan kolaborasi dengan setiap konsumen yang mampu
menciptakan keadaan yang tidak merugikan salah satu pihak (win-win situation).
anda menambah nilai pada kehidupan sehari-hari setiap konsumen, dan sebagai
imbalannya, mereka memberikan kesetiaan kepada anda. Sesungguhnya, proses
ini merupakan hal yang berhubungan dengan setiap konsumen secara individual”.
Menurut Utami (2010:179) pengertian CRM adalah “Suatu proses interaktif
yang mengubah data-data pelanggan kedalam kesetiaan pelanggan melalui
beberapa kegiatan, yaitu mengumpulkan data pelanggan, menganalisis data
pelanggan tersebut dan mengidentifikasi target pelanggan, mengembangkan
program CRM, dan menerapkan program CRM”. Sedangkan menurut Kotler &
Keller (2009:189) “Customer Relationship Management merupakan proses
mengelola informasi rinci tentang masing-masing pelanggan dan secara cermat
26
mengelola semua “titik sentuhan” pelanggan demi memaksimalkan kesetiaan
pelanggan”.
CRM menurut Lovelock & Wirtz (2011:367) adalah “Customer Relationship
Management systems should be seen as enabling the succesful implementation of
the Wheel of Loyalty. CRM systems are particularly useful when firms have to
serve large numbers of customers across many service delivery channels.” Sistem
Customer Relationship Management harus dilihat sebagai memungkinkan
pelaksanaan sukses dari Wheel of Loyalty. sistem CRM sangat berguna ketika
perusahaan harus melayani sejumlah besar pelanggan di banyak saluran
penyampaian layanan.
Kotler & Armstrong (2012:36) mendefinisikan “Customer Relationship
Management is the overall process of building and maintaining profitable
customer relationship by delivering superior customer value and satisfaction.”
Peneliti menyimpulkan, CRM sangat berguna untuk mengelola dan melayani
konsumen dalam skala besar yang tersebar luas. Terlebih lagi, implementasi CRM
yang terarah dan berhasil dapat meningkatkan bahkan memaksimalkan kepuasan
konsumen dan loyalitas konsumen.
Pengertian lain dari “Customer Relationship Marketing is an approach to
marketing with its customers that promote both the company’s longterm growth
and the customer’s maximum satisfaction” (Sanchez, 2012 dalam penelitan Afan
dkk). Definisi tersebut memiliki arti bahwa pemasaran hubungan pelanggan
adalah cara usaha pemasaran pada pelanggan yang meningkatkan pertumbuhan
jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Pelanggan yang
baik merupakan suatu aset apabila ditangani dan dilayani dengan baik akan
27
memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu badan
usaha.
“Customer relationship marketing berfokus pada membangun hubungan
dengan pelanggan satu demi satu. Hal ini dibutuhkan pengetahuan yang
mendalam dan akurat dalam situasi, perilaku, kebutuhan, dan preferensi
pelanggan. Studi mengenai pemasaran hubungan pelanggan penuh dengan
anteseden, hasil, serta aktifitas dalam pemasaran hubungan pelanggan itu sendiri
yang menawarkan semua aktifitas pemasaran mulai dari pendirian,
pengembangan, dan pemeliharan” (Morgan and Hunt, 1994 : 4).
Masalah yang dihadapi dalam CRM adalah CRM mempunyai makna yang
berbeda untuk orang yang berbeda, untuk sebagian orang menggap bahwa CRM
berarti direct e-mails. Sedangkan untuk yang laiinya adalah mass customization
atau pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sehingga
muncul pertanyaan apa yang harus dilakukan oleh manajer untuk mengetahui
tentang pelanggannya dan bagaimana informasi tentang pelanggan tersebut dapat
digunakan untuk mengembangkan CRM.
Winner (2001) dalam adam (2014 : 74) mengembangkan suatu model dasar
customer relethionship management yang efektif yang dapat digunkan oleh
manajer, yang terdiri dari tujuh komponen dasar yaitu :
1) Membuat aktivitas data base pelanggan
2) Menganalisa data base tersebut
3) Custumer selection. Setelah selesai dianalisis, kemudian memilih
pelanggan yang akan ditargetkan.
4) Customer targeting. Menentukan alat untuk mencapai pelanggan yang
menjadi target.
5) Relathionship marketing. Membangun hubungan dengan target customer.
6) Privacy issue.
7) Metrics. Digunakan untuk mengukur sukses tidaknya suatu program CRM.Berdasarkan model dasar Winner dapat disimpulkan bahwa relethionship
marketing merupakan bagian dari customer relethionship management. Istilah
relethionship marketing telah lama digunakan untuk menjelaskan jenis aktivitas
pemasraan untuk menciptakan hubungan yang luas dengan pelanggan.
Menurut Chan (2003:58), ada tujuh tahapan yang perlu diperhatikan oleh para
pemasar dalam menerapkan konsep customer relationship marketing tersebut
dengan berhasil:
a) Mengenali pelanggan dan membangun database pelanggan.
Pelanggan perlu dikenali secara personal, sehingga hal ini memunculkan era
pemasaran individu di mana komunikasi pemasarannya didasarkan pada onetoone interaction. Pemasar dan pelanggan harus menjalin hubungan yang
saling menguntungkan. Untuk itu para pemasar perlu benar-benar mengetahui
pelanggannya satu per satu. Cara yang perlu ditempuh adalah membangun
suatu database pelanggan yang didalamnya berisi mengenai semua informasi
tentang pelanggan.
b) Memilih pelanggan yang menjadi prioritas dengan membuat segmentasi
pelanggan.
Untuk mengetahui pelanggan mana yang harus diprioritaskan, para pemasar
perlu membuat segmentasi pelanggan. Segmentasi pelanggan didasarkan pada
2 bagian yaitu segmentasi yang didasarkan pada monetary value dan
didasarkan pada preferensi atau kebutuhan.
c) Memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berinteraksi.
Salah satu contoh yang paling umum adalah fungsi dari Automatic Teller
Machine (ATM). Fungsi ATM terus bertambah dan hamper menyerupai fungsi
yang dijalankan oleh kantor cabang atau kantor cabang pembantu sebuah
bank.
d) Memudahkan penanganan interaksi melalui teknologi internet.
Dominasi teknologi internet dalam era one-to-one marketing memiliki peran
yang sangat penting. Setiap perusahaan ingin tetap bertahan dalam persaingan
bisnis yang semakin ketat. Internet tidak hanya berfungsi memperlancar
transaksi, tapi juga sangat berperan dalam melaksanakan interaksi one-to-one
yang sangat personal untuk memaksimalkan kepuasan masing-masing
pelanggan.
e) Memberikan pengalaman yang menarik.
Konsep ini sangat sempurna diterapkan oleh Dell Computer yang
merupakan pioneer penjualan komputer melalui direct marketing. Pelanggan
dapat merakit sendiri komputer yang ingin dibelinya. Semua komponen yang
tersedia di Dell Computer saling mendukung antara satu dengan yang lainnya.
f) Memberikan pelayanan personal.
Dengan memberikan penawaran unik yang berbeda antara satu pelanggan
dengan pelanggan lainnya.
g) Mempertahankan loyalitas pelanggan.
Pelanggan yang loyal sangat diinginkan oleh setiap perusahaan. Oleh karena
itu para pemasar perlu untuk mempertahankan loyalitas dari pelanggan agar
29
mereka tidak lari. Program loyalitas yang diterapkan oleh perusahaan
merupakan salah satu usaha yang dibuat untuk mempertahankan loyalitas dari
pelanggan.
Tujuan CRM sendiri adalah mencari dan menjaga agar konsumen selalu
dipertahankan sehingga terus berkembang menjadi langganan yang profitable.
CRM memerlukan suatu fokus yang jelas terhadap atribut suatu jasa yang dapat
menghasilkan nilai yang mengesankan bagi konsumen, sehingga mereka menjadi
pelanggan yang loyal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar