Sumarwan (2003) menerangkan teori kepuasan dan ketidakpuasan
konsumen terbentuk dari model diskonfirmasi ekspektasi, yaitu
menjelaskan bahwa kepuasan atau ketidakpuasaan konsumen
merupakan dampak dari perbandingan antara harapan konsumen
sebelum pembelian dengan sesungguhnya yang diperoleh konsumen
dari produk atau jasa tersebut. Harapan konsumen saat membeli
sebenarnya mempertimbangkan fungsi produk tersebut (product
performance). Fungsi produk antara lain:
1) Produk dapat berfungsi lebih baik dari yang diharapkan, disebut
diskonfirmasi positif (positive disconfirmation). Bila hal ini terjadi
maka konsumen akan merasa puas.
2) Produk dapat berfungsi seperti yang diharapkan, disebut konfirmasi
sederhana (simple confirmation). Produk tersebut tidak memberi rasa puas dan produk tersebut tidak mengecewakan sehingga konsumen
akan memiliki perasaan netral.
3) Produk dapat berfungsi lebih buruk dari yang diharapkan, disebut
diskonfimasi negatif (negatif disconfirmation). Bila hal ini terjadi
maka akan menyebabkan kekecewaan, sehingga konsumen merasa
tidak puas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar