Menurut Luh Kadek (2013 : 14) terbentuknya komitmen pada diri konsumen,
merupakan kondisi yang diharapkan perusahaan karena komitmen mengindikasikan totalitas sumber daya yang dimiliki akan diinvestasikan untuk
memenuhi kebutuhan konsumen. Kondisi ini merupakan cerminan loyalitas
konsumen terhadap perusahaan. Persepsi konsumen terhadap nilai (value) akan
menyebabkan meningkatnya komitmen dan loyalitas pada perusahaan dan
menemukan hubungan positif antara nilai yang diterima oleh konsumen dan
loyalitas pada perusahaan.
Menurut Morgan and Hurt (1994) (dalam Ika Riskiyati, 2012 : 243))
komitmen merupakan komponen penting dari hubungan pemasaran, salah satu
komitmen hubungan hasilnya yang sering disebut dalam literatur adalah perilaku
loyalitas.
Menurut Dimitriades (2006 : 791) (dalam Ika Riskiyati, 2012 : 244))
pelanggan yang mempunyai komitmen terhadap perusahaan akan mempunyai
perasaan yang positif terhadap perusahaan, serta memperlihatkan adanya
keinginan untuk tetap mempertahankan keanggotaannya dalam perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar