Sabtu, 21 Desember 2019

Komitmen Afektif (skripsi dan tesis)

 Komitmen afektif merupakan salah satu kategori komitmen, yang mana komitmen ini merupakan ikatan secara emosional yang melekat pada seorang karyawan untuk mengidentifikasikan dan melibatkan dirinya dengan organisasi (Allen dan Meyer, 1990). Affective commitment berkaitan dengan hubungan emosional anggota terhadap organisasinya, identifikasi dengan organisasi dan keterlibatan anggota dengan kegiatan di organisasi (Umam, 2012: 259). 20 Seperti yang dikatakan oleh Allen dan Meyer bahwa yang merupakan komitmen afektif itu mengarah pada “The employee’s emotional attachment to, identification with, and invovement in the organization”. Dari pengertian diatas komitmen berkaitan langsung dengan keterikatan emosional karyawan, identifikasi karyawan dan keterlibatan karyawan pada organisasi (Allen dan Meyer, 1990).
 a. Emosional
 Komitmen afektif menyatakan bahwa organisasi akan membuat karyawan memiliki keyakinan yang kuat untuk mengikuti segala nilai-nilai organisasi dan berusaha untuk mewujudkan tujuan organisasi sebagai prioritas utama. 
b. Identifikasi 
Komitmen afektif muncul karena kebutuhan dan memandang bahwa komitmen terjadi karena adanya ketergantungan terhadap aktivitas-aktivitas yang telah dilakukan dalam organisasi pada masa lalu dan hal ini tidak dapat ditinggalkan karena akan merugikan. 
c. Keterlibatan karyawan pada organisasi
 Karyawan yang memiliki komitmen afektif yang kuat akan terus bekerja dalam organisasi karena mereka memang ingin (want to) melakukan hal tersebut. Kecenderungan komitmen yang tinggi pada seorang karyawan, yakni memiliki keinginan untuk dapat tetap bertahan dalam organisasi, keinginan untuk mencapai tujuan organisasi, meningkatnya keterlibatan karyawan dalam aktivitas organisasi dan sapat menunjukkan rasa saling memiliki terhadap perusahaannya (Rhoades,Eisenbeger dan Armeli, 2001). Karyawan yang telah bekerja cukup lama dalam organisasi yang selalu konsisten dalam ekspektasi yang diharapkan serta pemuasan kebutuhan dasarnya akan cenderung untuk membentuk ikatan afektif yang lebih kuat terhadap organisasi daripada karyawan yang memiliki pengalaman lebih sedikit atau kurang terpuaskan kebutuhannya (Allen, Meyer dan Smith) dalam (Han et. al, 2012). 

Tidak ada komentar: