Minggu, 02 Januari 2022

Teori Perusahaan Keluarga (skripsi dan tesis)


Perusahaan keluarga adalah sebuah perusahaan yang dimiliki, dikontrol,
dan dijalankan oleh seorang anggota atau beberapa orang anggota keluarga.
Perusahaan keluarga dicirikan terutama dengan kepemilikan dan keterlibatan yang
signifikan dari keluarga dalam manajemen. Perusahaan keluarga memiliki
keanekaragaman definisi seperti yang dirangkum oleh Wawan (2012:1-6) yang
membedakan berdasarkan keinginan, keterlibatan angota keluarga, kempemilikan
dan atau manajemen dan kepemilikan saham oleh anggota keluarga terlibat seperti
berikut ini:
1) Definisi bisnis keluarga berdasarkan keinginan:
a. Mintzberg dan Waters (1985): Bisnis yang dilakukan
berdasarkan keinginan dari anggota keluarga dan direalisasikan
oleh anggota keluarga itu sendiri.
b. Chua, Chrisman dan Sharma (1999): sebuah bisnis yang
dikuasai atau dijalankan dengan keinginan untuk membentuk
dan mewujudkan visi bisnis yang didominasi oleh angota
keluarga dari satu keluarga yang sama atau dari beberapa
keluarga dan dapat diharapkan untuk diteruskan
keberlangsungannya kegenerasi selanjutnya.
2) Definisi bisnis keluarga berdasarkan keterlibatan anggta keluarga:
a. Stern (1986): bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh satu atau
dua anggota keluarga.
b. Daily dillinger (1992): dua atau lebih individual dengan mana
belakang yang sama bertindak sebagai pengurus dan atau
pemimpin tertinggi dan memiliki hubungan relasi dengan
pemilik bisnis tersebut.
c. Tagiuri dan Davis (1992): bisnis dimana dua atau lebih anggota
keluarga memiliki pengaruh dalam mengatur bisnis tersebut
dengan adanya pertalian keluarga, peran manajemen atau hak
kepemilikan dari bisnis tersebut.
3) Definisi bisnis keluarga berdasarkan kepemilikan dan atau
manajemen:
a. Poza (2010): dalam perusahaan keluarga tersebut juga harus ada
pengaruh anggota keluarga dalam manajemen perusahaannya,
baik secara aktif, berperan membentuk budaya perusahaan,
esbagai pemimpin, atau aktif sebagai pegang saham, selain itu
juga harus perhatian terhadap hubungan keluarga.
b. Moores dan Barrett: sekelompok orang yang bergabung dalam
sebuah bisnis yang mempunyai hubungan darah maupun terikat
perkawinan dengan yang memiliki bisnis (pendiri atau pemilik),
atau yang memiliki kapasitas sebagai manajemen yang mengatur
jalannya bisnis dalam perusahaan tersebut.
c. Carsrud (1994): bisnis yang dimiliki dan mayoritas peraturannya
dijalankan dibuat oleh anggota dari kelompok “yang terikat
secara emosional”.
4) Definisi bisnis keluarga berdasarkan jumlah kepemilikan saham oleh
anggota keluarga yang terlibat
a. Sculze, et al., (2001): bisnis keluarga yang merupakan
perusahaan yang terdiri dari dua atau lebih anggota keluarga
yang memiliki saham 15% atau lebih, anggota keluarga yang
dipekerjakan dalam perusahaan dan mereka bermaksud untuk
meneruskan bisnis tersebut dimasa yang akan datang.
b. Donckles dan Frohlich (1991): perusahaan yang anggota
keluarganya memiliki setidaknya 60% saham perusahaan.
c. Gallo dan Seveen (1991): bisnis dimana sebuah keluarga
memiliki saham terbanyak dan memiliki kendali penuh akan
perusahaan tersebut.
d. Leach, et al.,(1990) perusahaan yang 50% dari saham votingnya
dimiliki oleh keluarga dan atau sebuah keluarga yang secara
efektif menjalankan perusahaan, dan atau mayoritas manajemen
seniornya berasal dari satu keluarga yang sama.

Tidak ada komentar: