Dalam kebanyakan perusahaan manufaktur, biaya produksi di
pertanggungjawabkan menggunakan salah satu dari dua jenis sistem akumulasi
biaya. Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan proses, bahan baku, tenaga
kerja dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya. Pusat biaya umumnya
adalah departemen, tetapi dapat juga pusat pemrosesan dalam satu departemen.
Karena itu metode pengumpulan biaya produksi terbagi menajdi 2 yaitu :
(Firdaus Ahmad Dunia, Wasillah Abdullah: 2012)
Menurut Mulyadi (2016:63) “Metode pengumpulan biaya produksi
yang digunakan oleh perusahaan yang mnegolah produknya secara massa”.
a. Metode Harga Pokok Proses
Menurut Mulyadi (2016:63) “merupakan metode pengumpulan biaya
produksi yang digunakan oleh perusahaan yang mnegolah produknya
secara massa”. karakteristik produksinya adalah sebagai berikut:
1) Produk yang dihasilkan merupakan produk standar
2) Produk yang dihasilkan dari bulan kebulan adalah sama
3) Kegiatan produksi dimulai dengan terbitnya perintah produksi yang
berisi rencana produksi standar untuk jangka waktu tertentu. Mulyadi
(2016:63)
b. Metode harga pokok pesanan
Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan mengolah
bahan baku menjadi produk jadi berdasarkan pesanan dari luar atau dari
dalam perusahaan. Karakteristik usaha perusahaan tersebut adalah
sebagai berikut:
1) Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus. Jika
pesanan yang satu selesai dikerjkan, proses produksi dihentikan, dan
dimulai dengan pesanan berikutnya.
2) Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh
pemesan. Dengan demikian pesanan yang satu dapat berbeda
dengan pesanan yang lain.
3) Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk
memenuhi persediaan di gudang.
Karakteristik usaha perusahaan yang produksinya berdasarkan
pesanan tersebut di atas berpengaruh terhadap pengumpulan biaya
produksinya.
Metode pengumpulan biaya produksi dengan metode harga harga
pokok pesanan yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya
berdasarkan pesanan memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan
spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga
pokok produksinya secara individual.
2) Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan hubungannya
dengan produk menjadi dua kelompok berikut ini: biaya produksi
langsung dan biaya produksi tidak langsung.
3) Biaya produksinya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung, sedangkan biaya produksi tidak langsung
disebut dengan istilah biaya overhead pabrik.
4) Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga pokok
produksi pesanan tertentu berdasarkan biaya yang sesungguhnya
terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan ke dalam
harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
Harga pokok produksi per unit pada saat ada pesanan selesai
diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang
dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang
dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan. (Mulyadi, 2016:38)
Perbedaan Metode Harga Pokok proses dan metode harga pokok
pesanan. Perbedaan di antara dua metode pengumpulan biaya produksi
tersebut terletak pada: Ony Widilestariningtyas dkk, 2012:
1. Pengumpulan biaya produksi
2. Perhitungan harga pokok produksi per satuan
3. Penggolongan biaya produksi
4. Unsur biaya yang dikelompokan dalam biaya overhead pabrik
Sabtu, 29 Januari 2022
Metode Harga Pokok Produksi (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar