Senin, 31 Januari 2022

Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi sosial (skripsi dan tesis)


McCartney & Philips (dalam Rahman, 2010) mengemukakan beberapa
faktor yang dapat mempengaruahi kompetensi sosial. Semuanya menggambarkan
berbagai kondisi dasar yang dapat memberi kontribusi terhadap pencapaian
kompetensi sosial di kemudian hari.
a. Temperamen
Istilah temperamen secara umum digunakan untuk merujuk pada pola
perilaku secara mendasar dan menjelaskan perbedaaan individu dalam
bertingkah laku sejak dari tahun pertama masa kanak-kanak awal. Perilaku
yang dimaksud mencerminkan kondisi khas emosi, motorik, dan perhatian
terhadap stimulus bagi setiap individu, dan perilaku tersebut secara
potensial mempengaruhi kemampuannya dalam membentuk hubungan
sosial yang positif.
b. Faktor keterampilan sosial kognitif
Sosial kognitif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
kompetensi sosial. Sosial kognitif berfungsi agar seseorang dapat belajar
untuk mengenal dan menginterpretasikan informasi mengenai orang lain,
teman sebaya, situasi-situasi sosial, serta belajar tentang perilaku dan respon
sosial secara efektif. Fungsi tersebut memberikan dukungan terhadap
perkembangan keterampilan kognisi sosial yang memungkinkan individu
membentuk pemahaman yang lebih baik mengenai pikiran, perasaan serta
kecenderungan perilaku orang lain. Artinya, saat individu berinteraksi
dengan orang lain, atau berprilaku dalam situasi sosial pikirannya
membantu mengatur tingkah laku yang akan dimunculkan sedemikian rupa
hingga memungkinkannya bersosialisasi secara efektif.
c. Keterampilan komunikasi
Bahasa merupakan cara utama bagi seseorang untuk membangun
interaksi, mengelola hubungan dengan orang lain, dan membangun kontak
interpersonal. Dapat dipahami bahwa individu dengan keterampilan bahasa
yang rendah tidak dapat menjalin hubungan sosial yang baik. Kapasitas
untuk memahami orang lain, serta menunjukkan kebutuhan, pikiran, dan
tujuan-tujuan individu seringkali tergantung pada kemampuan
berbahasanya. Jika seseorang mampu mengkomunikasikan keinginan dan
kebutuhannya dengan baik dalam interaksi sosialnya, maka dapat dikatakan
bahwa ia adalah orang yang kompeten secara sosial. Bagaimanapun, bahasa
dan komunikasi merupakan sarana terpenting dalam hubungan sosial atau
proses sosialisasi.

Tidak ada komentar: