Menurut Mulyadi “Akuntansi biaya merupakan bagian dari dua
tipe akuntansi, akuntansi keuangan dan akuntansi manejemen. Oleh
karena itu, sebelum membahas akuntansi biaya, perlu diketahui lebih
dahulu perbedaan karakteristik dua tipe pokok akuntansi tersebut”.
Mulyadi (2016:1)
Pada prinsipnya, akuntansi adalah suatu proses untuk mentransformasi
input menjadi output. In
putnya adalah data akuntansi, sedangkan outputnya adalah informasi
akuntansi. Data akuntansi dapat berupa data keuangan dan data
nonkeuangan. Akuntansi biaya dapat didefinisikan sebagai suatu proses
pengidentifikasian, pendefinisian, pengukuran, pelaporan, dan analisis
berbagai unsur biaya langsung dan biaya tidak langsung yang
berhubungan dengan proses menghasilkan dan memasarkan produk.
Riwayadi (2014:24-25).
“Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, peringkasan dan
penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan
cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan
akuntansi biaya adalah biaya”. Mulyadi (2016:7).
Proses pencatatan penggolongan, peringkasan dan penyajian, serta
penafsiran informasi biaya adalah tergantung untuk siapa proses
tersebut ditujukan. Proses akuntansi biaya dapat ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan pemakai luar perusahaan. Dalam hal ini proses
akuntansi biaya harus memperhatikan karakteristik akuntansi keuangan.
Dengan demikian akuntansi biaya dapat merupakan bagian dari
akuntansi keuangan. Mulyadi (2016: 7).
“Proses akuntansi biaya dapat ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan pemakai dalam perusahaan. Dalam hal ini biaya harus
memperhatikan karakteristik akuntansi manejemen. Dengan demikian
akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manejemen”. Mulyadi
(2016: 7).
Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok: penentuan kos produk,
pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan khusus. Untuk
memenuhi tujuan penentuan kos produk, akuntansi biaya mencatat,
menggolongkan, dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau
penyerahan jasa. Biaya yang dikumpulkan dan disajikan adalah biaya
yang telah terjadi di masa yang lalu atau biaya historis. Umumnya
akuntansi biaya untuk penentuan kos produk ditunjuk untuk memenuhi
kebutuhan pihak luar perusahaan. Oleh karena itu, untuk melayani
kebutuhan pihak luar tersebut, akuntansi biaya untuk penentuan kos
produk tunduk pada prinsip prinsip akuntansi yang lazim. Disamping
itu, penentuan kos produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilayani
oleh akuntansi manejemen yang tidak selalu terikat dengan prinsip
akuntansi yang lazim. Lihat misalnya metode variabel costing untuk
penentuan kos produk dan penyajian informasi biaya untuk memenuhi
kebutuhan manejemen dan perencanaan dan pengambilan keputusan
jangka pendek. Mulyadi (2016:7).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar