Senin, 31 Januari 2022

Aspek-aspek kompetensi sosial (skripsi dan tesis)


Aspek-aspek kompetensi sosial secara spesifik dikemukakan oleh Gullota
(1990), terdiri dari:
a. Kapasitas kognitif, merupakan hal yang mendasari keterampilan sosial
dalam menjalin dan menjaga hubungan interpersonal yang positif.
Kapasitas kognitif meliputi:
1) Harga diri yang positif; adalah penghormatan atau penghargaan
dari diri sendiri, dan penghargaan dari orang lain. Individu yakin
bahwa dirinya berharga, mampu mengatasi segala tantangan
dalam hidupnya, serta memperoleh penghargaan atas apa yang
dilakukannya. Harga diri yang positif memberikan kepercayaan
diri untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan lingkungan
sosialnya.
2) Kemampuan memandang sesuatu dari sudut pandang sosial;
merupakan kemampuan untuk memahami lingkungan dan
menjadi lebih peka terhadap orang lain.
3) Keterampilan memecahkan masalah interpersonal; adalah sebuah
proses perilaku yang menyediakan sejumlah respon alternatif
yang potensial bagi pemecahan masalah yang dihadapi, serta
meningkatkan kemungkinan pemilihan respon yang paling efektif
dari bermacam-macam kemungkinan pemecahan masalah yang
dihadapi.
b. Keseimbangan antara kebutuhan bersosialisasi dan kebutuhan akan
privacy, meliputi:
1) Kebutuhan bersosialisasi, merupakan kebutuhan individu untuk
terlibat dalam sebuah kelompok dan menjalin hubungan dengan
orang lain.
2) Kebutuhan akan privacy, adalah keinginan untuk menjadi
individu yang unik, berbeda, dan bebas melakukan tindakan tanpa
pengaruh orang lain.
c. Keterampilan sosial dengan teman sebaya adalah kecakapan individu
dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya sehingga tidak
mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kelompok dan
dapat terlibat dalam kegiatan kelompok.
Durkin (dalam Anggraini, 2007) juga menyebutkan aspek-aspek kompetensi
sosial terdiri atas 5 aspek, yaitu:
a. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi efektif,
b. Mampu memahami diri dan orang lain,
c. Mengetahui peran gender,
d. Mengetahui moralitas yang ada di lingkungannya dan mampu
mengontrol emosi,
e. Mampu menyesuaikan perilaku dalam merespon tuntutan tuntutan
sosial yang sesuai dengan usianya.
Berdasarkan penjelasan beberapa ahli maka dapat disimpulkan bahwa aspek
kompetensi sosial yang digunakan dalam penelitian ialah aspek yang
dikemukakan oleh Gullota dkk (1999), yaitu harga diri positif, kemampuan
memandang sesuatu dari sudut pandang sosial, keterampilan memecahkan
masalah interpersonal, kebutuhan bersosialisasi, kebutuhan akan privacy, dan
keterampilan sosial dengan teman sebaya. Aspek kompetensi sosial ini digunakan
karena Gullota dkk. secara spesifik dan terperinci mendeskripsikan aspek-aspek
serta telah memenuhi ranah kognitif, afektif, dan tingkah laku.

Tidak ada komentar: