Rudianto (2013:148) menyimpulkan bahwa dalam
pengimplementasian target costing manajemen perlu memahamai dengan
baik perbedaan mendasar dalam penggunaan metode target costing dengan
metode lainnya. Untuk itu dalam pengimplementasiaannya beberapa fase
yang harus dilalui perusahaan, yaitu sebagai berikut:
a. Menentukan Harga Jual Kompetitif
Menentukan harga jual produk, terdapat beberapa hal yang harus
dipertimbangkan oleh manajemen seperti harga produk pesaing, daya
beli masyarakat, kondisi perekonomian secara umum, nilai tukar rupiah,
dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut akan saling terintegrasi satu
dengan yang lainnya dalam menentukan volume permintaan terhadap
produk perusahaan. Di sisi lain, volume penawaran produk sejenis secara
keseluruhan akan berpengaruh terhadap mekanisme pasar tersebut.
Pertemuan antara volume permintaan dan volume penawaran akan
berpengaruh langsung terhadap harga jual produk perusahaan.
b. Menentukan Laba yang Diharapkan
Setelah dapat menentukan harga jual produknya dengan
mempertimbangkan mekanisme pasar yang berlaku, perusahaan harus
menentukan harga jual per unit produknya. Penentuan harga jual per unit
produk ini dipengaruhi oleh berbagai hal terkait, seperti pangsa pasar
(market share) yang ingin diperoleh, tingkat pertumbuhan yang ingin
dicapai perusahaan, volume penjualan yang direncanakan, dan
sebagainya. Unsur-unsur tersebut akan berpengaruh secara langsung
terhadap laba per unit produk yang ingin dicapai.
c. Menetapkan Target Costing
Berdasarkan harga jual yang telah ditentukan dikurangi dengan
laba per unit produk yang diharapkan, perusahaan dapat menentukan
tingkat biaya yang diharapkan untuk menghasilkan produk yang
diinginkan. Harga jual yang ditetapkan harus mewakili harga pasar
supaya menjadi unsur penting dalam bersaing.
d. Melakukan Rekayasa Nilai (Value)
Rekayasa Nilai adalah semua upaya yang dianggap perlu untuk
memodifikasi produk dan perusahaan dengan biaya yang lebih rendah
yang tetap disertai upaya memberikan nilai (value) yang optimal kepada
pelanggan. Rekayasa nilai tersebut mencakup upaya mengidentifikasi
berbagai cara yang dapat digunakan untuk menurunkan biaya produksi.
Rekayasa nilai (value) digunakan dalam target costing untuk
menurunkan biaya produk dengan cara trade-off antara lain sebagai
berikut. 1) Jenis dan tingat yang berbeda dalam fungsionalitas produk
dan 2) Biaya produk total
Tidak ada komentar:
Posting Komentar