Senin, 31 Januari 2022

Defenisi Kompetensi sosial (skripsi dan tesis)


Gresham dan Elliot (1990, dalam Smart & Sanson, 2003)
memaknai kompetensi sosial sebagai cara-cara berperilaku yang dipelajari
agar seseorang dapat berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Dalam
studinya Smart & sanson (2003) mengatakan remaja dengan kompetensi
sosial yng tinggi sedikit sekali mengalami perasaan tertekan (depressed),
cemas (anxious), ataupun stres.
Gullotta (1990, dalam Ferdi, 2014) menyimpulkan bahwa
kompetensi sosial adalah kemampuan, kecakapan atau keterampilan
individu dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan dan memberi
pengaruh pada orang lain demi mencapai tujuan dalam konteks sosial
tertentu yang disesuaikan dengan budaya, lingkungan, situasi yang
dihadapi serta nilai yang dianut oleh individu. Griffin & Epstein (2001)
memberikan definisi kompetensi sosial sebagai kemampuan dalam diri
individu untuk dapat bertindak sesuai dengan nilai-nilai dalam dirinya dan
juga kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial secara tepat.
Perkembangan dari anak menuju remaja sering dicirikan dengan
perubahan yang dramatis bagi orang muda, meliputi perubahan pada fisik,
psikis, maupun sosial. Seiring dengan perubahan-perubahan tersebut,
remaja juga menerima sejumlah tugas perkembangan baru. Menurut
Hurlock (1980), salah satu tugas perkembangan yang paling sulit bagi
remaja adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosialnya. Remaja
harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan yang
sebelumnya belum pernah ada dan harus menyesuaikan di luar lingkungan
keluarga dan sekolah.
Dalam upaya penyesuaian tersebut, dibutuhkan keterampilan yang
dapat membantu remaja dalam menyesuaikan diri, atau disebut sebagai
kompetensi sosial. Smart & Sanson (2003) menyatakan bahwa kompetensi
sosial yang dikembangkan dengan baik dapat memudahkan anak-anak
muda untuk mengatasi sekaligus melampaui macam-macam kesulitan
dalam proses penyesuaian.
Dalam studinya, Smart & Sanson (2003) memberi gambaran
tentang kompetensi sosial remaja. Remaja dengan kompetensi sosial yang
tinggi, sedikit sekali mengalami tertekan, cemas, maupun stres, mereka
juga amat kurang menampilkan perilaku yang buruk, dan merasa sangat
puas dengan kehidupan yang dijalaninya.
Welsh & Bierman (dalam Ferdy, 2014) mengungkapkan bahwa
remaja yang menampilkan tingkat kompetensi sosial yang tinggi, selalu
dapat diterima dengan baik dalam komunitas sosialnya. Mereka begitu
bersahabat, mudah bekerja sama, dan memiliki komunikasi yang baik
dengan orang lain. Teman-teman sebaya seringkan menggambarkan
mereka sebagai orang yang suka menolong, baik, pengertian, atraktif, serta
bagus dalam permainan. Remaja yang kompeten dalam hubungan sosial,
biasanya mampu menyadari cara pandang orang lain dan mampu
menghadapi situasi konflik dengan tetap tenang. Sebaliknya, remaja
dengan kompetensi sosial yang rendah cenderung mengalami banyak
masalah dalam hubungan sosial, dan sering terkait dengan macam-macam
perilaku dan kenakalan (Hair, dkk, 2001).
Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa
kompetensi sosial adalah kemampuan atau kecakapan individu untuk
berhubungan dengan orang lain, situasi-situasi sosial serta mampu
menerapkannya sesuai dengan tuntutan sosial yang dihadapi.

Tidak ada komentar: