Akuntansi biaya menekankan pada pencatatan dan pengkuran elemen
biaya yang terjadi pada proses produksi. Aliran biaya pada perusahaan
manufaktur berjalan seiring dengan jalannya proses produksi. Biaya
produksi terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead pabrik. Proses produksi berjalan mulai dari bahan baku,
barang dalam proses, sampai menjadi barang jadi. Kautsar Riza Salman
(2013:40)
“Akumulasi biaya (cost accumulation) adalah kumpulan data
biaya yang diorganisir dengan cara sejumlah yang menggunakan sarana
berupa sistem akuntansi”. Horngren (2008:34)
Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung
a. Biaya langsung suatu objek biaya terkait dengan suatu objek biaya
dan dapat dilacak ke objek biaya tertentu dengan cara yang layak
secara ekonomi (biaya-efektivitas). Sebagai contoh, biaya kaleng
atau botol merupakan biaya langsung dari Pepsi Cola. Biaya kaleng
atau botol dapat dengan mudah dilacak atau diidentifikasi pada
minuman tersebut. Istilah biaya terlacak (cost tracing) digunakan
untuk menggambarkan pembebanan biaya langsung atas suatu objek
biaya.
b. Biaya tidak langsung suatu objek biaya berkaitan dengan sutau objek
biaya namun tidak dapat dilacak ke objek biaya tertentu dengan cara
yang layak secara ekonomis (biaya-efektivitas). Sebagai contoh, gaji
supervisi yang juga mengawasi produksi sejumlah produk minuman
ringan lain yang pembotolnya dilakukan di pabrik Pepsi merupakan
biaya tidak langsung bagi Pepsi Cola. Biaya supervisi terkait dengan
objek biaya (Pepsi-Cola) karena supervisi merupakan kegiatan yang
diperlukan untuk mengelola produksi dan penjualan Pepsi Cola.
Biaya supervisi merupakan biaya tidak langsung sebab pensuprvisi
juga mengawasi produk lain, seperti 7-up. Tidak seperti biaya kaleng
dan botol, gaji supervisi sulit sekali untuk dilacak pada lini pepsicola. Istilah alokasi biaya (cost allocation) digunakan untuk
menggambarkan pembebanan biaya tidak langsung pada suatu objek
biaya. Horngren (2008:35)
Menurut Ony Widilestariningtyas, akuntansi biaya digolongkan dengan
berbagai macam cara, yaitu:
a. Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan
dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengelaran adalah
bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan
bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.
b. Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu:
1) Biaya produksi
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah
bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut
objek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini
dibagi menjadi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya
overhead pabrik (factory overhead cost). Biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung disebut pula dengan istilah biaya
utama (prime cost), sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik sering pula disebut dengan istilah biaya
konversi (conversion cost), yang merupakan biaya untuk
mengkonversi (mengubah) bahan baku menjadi produk jadi.
2) Biaya pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contohnya biaya
iklan, biaya promosi, biaya angkutan dari gudang perusahaan ke
gudang pembeli.
3) Biaya administrasi dan umum
Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasikan
kegiatan produksi dan pemasaran produk. Contohnya biaya gaji
karyawan bagian keuangan, akuntansi, personalia dan bagian
hubungan masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan, biaya
fotocopy.
Jumlah biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum
sering pula disebut dengan istilah biaya komersial (commercial
expenses).
c. Penggolongan Biaya Menurut hubungan Biaya dengan Sesuatu yang
Dibiayai
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen.
Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat
dikelompokan menjadi dua golongan:
1) Biaya Langsung (direct cost) adalah biaya yang terjadi, yang
penyebab satu satunya adalah karena adanya sesuatu yang
dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka
biaya langsung ini tidak akan terjadi. Biaya produksi langsung
terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
2) Biaya Tidak Langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya
disebabkan oleh sesuatu yang di biayai. Biaya langsung dalam
hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya
produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik. Dalam
hubungannya dengan departemen, biaya tidak langsung adalah
biaya yang terjadi di suau departemen, tetapi manfaatnya
dinikmati oleh lebih dari satu departemen.
d. Penggolongan Biaya Menurut Perilakunya Dalam Hubungannya
Dengan Perubahan Volume Kegiatan
Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan,
hanya dapat digolongkan menjadi:
1) Biaya variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya
berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
Contohnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
2) Biaya semivariabel
Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya
semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya
variabel.
3) Biaya semifixed
Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat
volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang
konstan pada volume produksi tertentu
4) Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap
dalam kisar volume kegiatan tertentu. Contoh biaya tetap adalah
gajih direktur produksi.
e. Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangka Waktu Manfaatnya
Atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi
menjadi dua: pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan
1) Pengeluaran modal (capital expenditures) adalah biaya yang
mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Pengeluaran modal ini pada saat terjadi dibebankan sebagai
harga pokok aktiva, dan dibebankan dalam tahun-tahun yang
menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi, diamortisasi,
dan dideplesi.
2) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures) adalah biaya
yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi
terjadinya pengeluaran tersebut. (Ony Widilestariningtyas,
2012:12-15).
Biaya produksi (manufacturing cost) adalah biaya yang terjadi pada
fungsi produksi. Fungsi produksi adalah fungsi yang mengolah bahan
baku menjadi barang jadi. Untuk menghasilkan produk diperlukan bahan
baku langsung, tenaga kerja langsung, tenaga kerja tidak langsung, bahan
penolong, dan fasilitas, seperti gedung, mesin, listrik, dan peralatan
lainnya. Karena biaya yang terkaitan dengan tenaga kerja tidak langsung,
bahan penolong, dan fasilitas yang digunakan umumnya tidak dapat
secara mudah dan akurat ditelusuri ke produk, biaya ini diklasifikasikan
sebaga biaya tidak langsung produk atau istilah umumnya dikenal
dengan biaya overhead pabrik (factory overhead cost). Riwayadi
(2014:47)
Pada dasarnya prosedur-prosedur dalam siklus akuntansi biaya
tidak berbeda dengan apa yang dipelajari dalam akuntansi keuangan.
Akuntansi biaya lebih rinci dalam menyajikan persediaan yang
dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
a. Persediaan bahan baku, adalah akun persediaan untuk bahan baku
yang belum diolah dalam proses produksi.
b. Persediaan barang dalam proses adalah akun persediaan untuk barang
yang ada pada saat pelaporan masih di dalam proses produksi.
c. Persediaan barang jadi adalah akun persediaan untuk barang siap
dijual. (Firdaus Ahmad Dunia, 2012:31)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar