Perkembangan dari anak menuju remaja sering dicirikan dengan perubahan
yang dramatis bagi orang muda, meliputi perubahan pada fisik, psikis, maupun
sosial. Seiring dengan perubahan-perubahan tersebut, remaja juga menerima
sejumlah tugas perkembangan baru. Menurut Hurlock (1980), salah satu tugas
perkembangan yang paling sulit bagi remaja adalah yang berhubungan dengan
penyesuaian sosialnya. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis
dalam hubungan yang sebelumnya belum pernah ada dan harus menyesuaikan di
luar lingkungan keluarga dan sekolah.
Dalam upaya penyesuaian tersebut, dibutuhkan keterampilan yang dapat
membantu remaja dalam menyesuaikan diri, atau disebut sebagai kompetensi
sosial. Smart & Sanson (2003) menyatakan bahwa kompetensi sosial yang
dikembangkan dengan baik dapat memudahkan anak-anak muda untuk mengatasi
sekaligus melampaui macam-macam kesulitan dalam proses penyesuaian.
Dalam studinya, Smart & Sanson (2003) memberi gambaran tentang
kompetensi sosial remaja. Remaja dengan kompetensi sosial yang tinggi, sedikit
sekali mengalami tertekan, cemas, maupun stres, mereka juga amat kurang
menampilkan perilaku yang buruk, dan merasa sangat puas dengan kehidupan
yang dijalaninya.
Welsh & Bierman (2001) mengungkapkan bahwa remaja yang
menampilkan tingkat kompetensi sosial yang tinggi, selalu dapat diterima dengan
baik dalam komunitas sosialnya. Mereka begitu bersahabat, mudah bekerja sama,
dan memiliki komunikasi yang baik dengan orang lain. Teman-teman sebaya
seringkan menggambarkan mereka sebagai orang yang suka menolong, baik,
pengertian, atraktif, serta bagus dalam permainan. Remaja yang kompeten dalam
hubungan sosial, biasanya mampu menyadari cara pandang orang lain dan mampu
menghadapi situasi konflik dengan tetap tenang. Sebaliknya, remaja dengan
kompetensi sosial yang rendah cenderung mengalami banyak
masalahdalamhubungan sosial, dan sering terkait dengan macam-macam perilaku
dan kenakalan (Hair, dkk, 2001).
Mengembangkan kompetensi sosial yang baik selama remaja adalah mutlak
diperlukan. Kompetensi sosial memungkinkan remaja melakukan penyesuaian
terhadap berbagai perubahan yang dialami oleh remaja secara optimal tanpa
kesulitan. Selanjutnya kompetensi sosial dapat membantu remaja untuk memiliki
hubungan sosial yang berkualitas. Kompetensi sosial bahakan dapat membantu
remaja dalam perkembangan sosial berikutnya di masa dewasa, misalnya dalam
menjalin hubungan pernikahan yang harmonis, atau mengembangkan hubungan
yang positif dengan anak-anak yang dimiliki (Hair, dkk, 2001).
Senin, 31 Januari 2022
Kompetensi sosial remaja (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar