Input dalam MRP menurut Heizer dan Render (2014) terdiri atas beberapa
bagian, yaitu:
1. Jadwal Produksi Induk (master production schedule/MPS)
MPS merinci apa yang akan dibuat dan kapan akan dibuat. MPS harus
sesuai dengan rencana produksi. MPS menunjukkan apa yang
diperlukan untuk memenuhi permintaan dan sesuai dengan rencana
produksi. Jadwal ini menetapkan jenis barang apa yang akan dibuat
dan kapan. MPS menetapkan keseluruhan dalam terminology yang
luas. Rencana ini meliputi rencana keuangan, permintaan konsumen,
kemampuan teknik, ketersediaan tenaga kerja, fluktuasi persediaan,
kinerja pemasok, dan pertimbangan lainnya.
2. Sruktur Produk (bill of material/BOM)
BOM merupakan daftar kuantitas komponen, bahan – bahan, dan
bahan material yang diperlukan untuk menciptakan satu unit produk.
3. Ketersediaan Persediaan (on hand)
Ketersediaan persediaan merupakan catatan tentang persediaan yang
ada di gudang dan yang sudah dipesan tetapi belum diterima. Catatan
ini harus selalu up to date dengan cara melakukan pencatatan atas
transaksi – transaksi yang terjadi seperti penerimaan, pengeluaran,
produk gagal dan pemesanan, untuk menghindari adanya kekeliruan
dalam perencanaan. 4. Pesanan Pembelian yang beredar/belum terpenuhi
Informasi mengenai pesanan yang belum terpenuhi perlu untuk
diketahui, ketika pesanan pembelian dipenuhi, catatan pesanan dan
tanggal pengiriman dapat tersedia untuk dapat diproduksi. Dengan
memiliki daftar pembelian yang baik maka manajer dapat menentukan
rencana produksi yang baik.
5. Waktu Tunggu (lead time)
Waktu tunggu merupakan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan
(membeli, memproduksi, merakit) sebuah jenis barang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar