Senin, 31 Januari 2022

Kriteria kecanduan game online (skripsi dan tesis)


Kriteria seseorang kecanduan akan game online sebenarnya hampir sama
dengan jenis kecanduan yang lain, akan tetapi kecanduan game online
dimasukkan kedalam golongan kecanduan psikologis dan bukan kecanduan secara
fisik. Chen dan Chang (2008:45-48) dalam Asian Journal of Health and
Information Sciences, menyebutkan bahwa sedikitnya ada empat buah aspek
kecanduan game online. Keempat aspek tersebut adalah:
a. Compulsion (kompulsif/dorongan untuk melakukan secara terus
menerus), merupakan suatu dorongan atau tekanan kuat yang berasal dari
dalam diri sendiri untuk melakukan suatu hal secara terus menerus,
dimana dalam hal ini merupakan dorongan dari dalam diri untuk
terus-menerus bermain game online. b. Withdrawal (penarikan diri), merupakan suatu upaya ketidakmampuan
untuk menarik diri atau menjauhkan diri dari suatu hal. Seseorang
yang kecanduan game online merasa tidak mampu untuk menarik atau
menjauhkan diri dari hal-hal yang berkenaan dengan game online, seperti halnya seorang perokok yang tidak bisa lepas dari rokok.
c. Tolerance (toleransi), dalam hal ini diartikan sebagai sikap menerima
keadaan diri kita ketika melakukan suatu hal. Biasanya toleransi ini
berkenaan dengan jumlah waktu yang digunakan atau dihabiskan
untuk melakukan sesuatu yang dalam hal ini adalah bermain game
online. Dan kebanyakan pemain game online tidak akan berhenti bermain
hingga merasa puas.
d. Interpersonal and health-related problems (masalah hubungan
interpersonal dan kesehatan), merupakan persoalan-persoalan yang
berkaitan dengan interaksi dengan orang lain dan juga masalah
kesehatan. Pecandu game online cenderung untuk tidak menghiraukan
bagaimana hubungan interpersonal yang mereka miliki karena mereka
hanya terfokus pada game online saja. Begitu pula dengan masalah
kesehatan, para pecandu game online kurang memperhatikan masalah
kesehatan mereka seperti waktu tidur yang kurang, tidak menjaga
kebersihan badan dan pola makan yang tidak teratur.
Untuk mengatakan seseorang adalah pecandu bukan hal yang mudah.
Namun, ada dua hal yang bisa dijadikan tolak ukur seperti halnya kecanduan
terhadap substansi. Terdapat dua gejala yang menjadi tolak ukur kecanduan, yaitu
dependence dan withdrawal (Yee, 2006). Seseorang yang mengalami dependence
pada zat maka dia akan selalu memerlukan zat tersebut untuk membuat hidupnya
terus berjalan, tanpa zat maka dia tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti
biasa. Jika penggunaan zat dihentikan maka dia akan mengalami withdrawal
(penarikan diri) yang ditandai dengan marah, cemas, mudah tersinggung, dan
frustrasi.

Tidak ada komentar: