Menurut Hammer, et al (dikutip oleh Dwika, 2010), sistem dan teknik
pengendalian persediaan harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang sesuai
dengan sebagai berikut:
1. Persediaan diciptakan dari pembelian bahan dan tambahan biaya
pekerja serta overhead untuk mengolah bahan baku menjadi barang
jadi.
2. Persediaan berkurang melalui penjualan dan kerusakan.
3. Perkiraan yang tepat atas jadwal penjualan dan produksi merupakan
hal esensial bagi pembelian, penanganan, dan investasi bahan baku
yang efisien.
4. Kebijakan manajemen yang berupaya menciptakan keseimbangan
antara keragaman dan kuantitas persediaan bagi operasi yang efisien
dengan biaya pemilikan persediaan tersebut merupakan faktor yang
paling utama dalam menentukan investasi persediaan.
5. Pemesanan bahan baku merupakan tanggapan terhadap perkiraan dan
penyusunan rencana pengendalian produksi.
6. Pencatatan persediaan saja tidak akan mencapai pengendalian atas
persediaan.
7. Pengendalian bersifat komparatif dan relatif, tidak mutlak. Hal ini
dilakukan manusia dengan berbagai pengalaman dan pertimbangan.
Aturan-aturan dan prosedur memberi jalan pada para personel dalam
membuat evaluasi dan mengambil keputusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar