Perkembangan perilaku organisasi semakin terasa kemajuannya baik di
kalangan akademisi, politisi dan para birokrasipun berbicara tentang perilaku
organisasi. Ini disadari karena disamping perilaku organisasi ini mudah dipahami,
juga persoalan-persoalan organisasi yang cenderung semakin rumit, ditambah
pula berbagai persoalan-persoalan manusia dengan berbagai karakter dan perilaku
berlanjut menjadi tantangan utama yang sering dihadapi oleh setiap pimpinan
organisasi baik orgnisasi pemerintah maupun organisasi swasta dewasa ini. Oleh
sebab itu seorang pimpinan sangat dituntut peranannya untuk bagaimana
memahami perilaku organisasi (Tahir, 2014:2).
Perilaku organisasi mempelajari perilaku manusia sebagai individu,
sebagai anggota kelompok (group), dan sebagai anggota organisasi secara
keseluruhan dalam kaitannya dengan efektivitas mencapai tujuan organisasi.
Menurut Robbins (2008: 11) perilaku organisasi adalah bidang studi yang
menyelidiki pengaruh yang dimiliki individu, kelompok, dan struktur terhadap
perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan
semacam itu guna meningkatkan efektivitas suatu organisasi.
Menurut Thoha (2007) dalam Tahir (2014: 4), Pada abad ke 20 muncul
konsep-konsep baru tentang prilaku manusia dan organisasi antara lain Max
Waber di Jerman, Henri Fayol di Perancis dan Frederyc Taylor di Amerika
Serikat. Selanjutnya Thoha menguraikannya sebagai berikut:
1) Max Weber sebagai pemikir dalam ilmu sosial lebih banyak
orientasi pemikirannya menekankan kepada penjelasan mengenai
organisasi dibanding dari pengembangan suatu prinsip yang bisa
dipakai untuk mencapai tujuan praktis. Dua aspek dari hasil kerja
Weber yang relevan dengan perilaku organisasi yakni:
Pertama, sebagai seorang ahli ilmu sosial, ia tertarik untuk
menjelaskan preskripsinya dari pertumbuhan organisasi yang besar.
Kedua, dia terkesan akan kelemahan-kelemahan manusia dengan
pertimbangan-pertimbangan yang kadang-kadang tidak realitas dan
bahwa manusia mempunyai rasa emosi.
Secara teori, suatu birokrasi mempunyai berbagai sifat yang dapat
dibedakan dari ketentuan-ketentuan lain dari suatu organisasi.
Beberapa sifat yang amat penting dapat dikemukakan sebagai
berikut :
a) Adanya spesialisasi, atau pembagian kerja.
b) Adanya hirarki yang berkembang.
c) Adanya suatu sistem dari suatu prosedur dan aturanaturan
d) Adanya hubungan-hubungan kelompok yang
bersifat impersonalitas.
e) Adanya promosi dan jabatan yang berdasarkan atas
kecakapan.
Aspek-aspek perilaku yang dicerminkan dari birokrasi Weber dapat
dilihat dari penekanan Weber pada struktur yang ditimbulkan dari
rasa tidak percaya kepada kesanggupan dan kemampuan manusia
untuk menciptakan rasionalitas tertentu, mendapatkan informasi
yang baik, dan membuat keputusan yang obyektif. Premis
perilakunya yang nampak adalah bahwa
2) Henry Fayol, Pandangan-pandangan Fayol dianggap sebagai suatu
pemikiran tentang organisasi-administratif. Dia berpendapat bahwa
semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut :
a) Aspek-aspek teknik dan komersial dari kegiatan pembelian
produksi dan penjualan.
b) Kegiatan-kegiatan keuangan yang berhubungan dengan
masalah-masalah permintaan dan pengendalian kapital.
c) Unit-unit keamanan dan perlindungan
d) Fungsi perhitungan, dan
e) Fungsi administrasi dari perencanaan, organisasi,
pengarahan, koordinasi dan pengendalian.
3) Frederick Winslow Taylor dari Amerika Serikat mengenalkan
prinsip-prinsip manajemen ilmiah (Principle of Scientific
Manajemen). Taylor mengusulkan 3 hal sebagai tujuan dari
gerakannya, antara lain :
a) Untuk menegaskan lewat contoh-contoh yang sederhana,
bahwa Amerika Serikat telah dirugikan banyak sekali
akibat karena tidak adanya efisiensi di hampir setiap usaha
pada tiap harinya.
b) Mencoba untuk meyakinkan kepada masyarakat Amerika
Serikat bahwa pengobatannya terletak pada manajemen
yang sistimatis bukan pada usaha mencari orang-orang
yang istimewa.
c) Untuk membuktikan bahwa manajemen yang baik adalah
suatu ilmu yang tepat yang berdasarkan pada hukumhukum yang jelas, aturan-aturan dan prinsip-prinsip. Dan
untuk menunjukkan bahwa prinsip-prinsip manajemen
ilmiah adalah bisa diterapkan pada setiap bentuk aktifitas
manusia.
Minggu, 02 Januari 2022
Perilaku Organisasi (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar