Waters dan Sroufe (Gullotta dkk, 1990) menyatakan bahwa individu yang
memiliki kompetensi sosial dapat memanfaatkan lingkungan dan diri pribadi
sebagai sumber untuk meraih hasil yang optimal dalam hubungan interpersonal.
Gullota (1990) menyimpulkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan,
kecakapan atau keterampilan individu dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan dan memberi pengaruh pada orang lain demi mencapai tujuan dalam
konteks sosial tertentu yang disesuaikan dengan budaya, lingkungan, situasi yang
dihadapi serta nilai yang dianut oleh individu.
Menurut Hurlock (1980) menyatakan bahwa kompetensi sosial adalah
kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain dan situasi-situasi sosial.
Untuk bisa dikategorikan sebagai orang yang memiliki kompetensi sosial,
individu harus mengetahui pola-pola perilaku yang bisa diterima dalam berbagai
situasi sosial serta mampu menerapkannya sesuai dengan tuntutan sosial yang
dihadapi. Dalam hal ini kompetensi sosial tidak hanya kemampuan berhubungan
dengan orang lain tetapi juga mampu menyesuaikan perilakunya sesuai dengan
tuntutan sosial.
Adam (1983) menyatakan bahwa kompetensi sosial merupakan kemampuan
individu untuk menerapkan emosi yang sesuai dengan konteks sosial yang
dihadapi (sensivitas sosial), kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan
orang lain (empaty), kepercayaan terhadap kemampuan diri (locus of control).
Tiga kemampuan di atas mencerminkan keterampilan sosial yang menjadikan
seseorang dapat mengokohkan dan memelihara hubungan dengan teman sebaya
yang positif.
Rydell dkk. (1997) menuliskan bahwa berdasarkan hasil berbagai penelitian
sejauh ini, kompetensi sosial merupakan fenomena unidemensional. Hal-hal yang
paling disepakati oleh para ahli psikologi sebagai aspek kompetensi sosial adalah
perilaku prososial atau prosocial orientation (suka menolong, dermawan, empati)
dan initiative taking versus social withdrawal dalam kontek interaksi sosial atau
disebut juga sebagai social initiative (Waters dkk. dalam Rydell, 1997).
Berdasarkan paparan teori para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
kompetensi sosial adalah kemampuan atau kecakapan individu untuk
berhubungan dengan orang lain dan situasi-situasi sosial yaitu mengetahui pola- pola perilaku yang bisa diterima dalam berbagai situasi sosial dan mampu
menerapkannya sesuai dengan tuntutan sosial yang dihadapi.
Senin, 31 Januari 2022
Pengertian kompetensi sosial (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar