McCartney & Philips (dalam Rahman, 2010) mengemukakan
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi sosial. Semuanya
menggambarkan berbagai kondisi dasar yang dapat memberi kontribusi
terhadap pencapaian kompetensi sosial di kemudian hari.
a. Temperamen
Istilah temperamen secara umum digunakan untuk merujuk
pada pola perilaku secara mendasar dan menjelaskan perbedaaan
individu dalam bertingkah laku sejak dari tahun pertama masa
kanak-kanak awal. Perilaku yang dimaksud mencerminkan kondisi
khas emosi, motorik, dan perhatian terhadap stimulus bagi setiap
individu, dan perilaku tersebut secara potensial mempengaruhi
kemampuannya dalam membentuk hubungan sosial yang positif.
Kagan (dalam Santrock, 2007) menyatakan bahwa anak
mewarisi karakter fisiologis tertentu yang membuat mereka
cenderung memiliki karakter tempramen tertentu. Santrock (2007)
mengatakan bahwa tempramen bisa berubah seiring dengan
pengalaman yang mereka alami.
b. Faktor keterampilan sosial kognitif
Sosial kognitif merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi kompetensi sosial. Sosial kognitif berfungsi agar
seseorang dapat belajar untuk mengenal dan menginterpretasikan
informasi mengenai orang lain, teman sebaya, situasi-situasi sosial,
serta belajar tentang perilaku dan respon sosial secara efektif.
Fungsi tersebut memberikan dukungan terhadap perkembangan
keterampilan kognisi sosial yang memungkinkan individu
membentuk pemahaman yang lebih baik mengenai pikiran,
perasaan serta kecenderungan perilaku orang lain. Artinya, saat
individu berinteraksi dengan orang lain, atau berprilaku dalam
situasi sosial pikirannya membantu mengatur tingkah laku yang
akan dimunculkan sedemikian rupa hingga memungkinkannya
bersosialisasi secara efektif.
c. Keterampilan komunikasi
Bahasa merupakan cara utama bagi seseorang untuk
membangun interaksi, mengelola hubungan dengan orang lain, dan
membangun kontak interpersonal. Dapat dipahami bahwa individu
dengan keterampilan bahasa yang rendah tidak dapat menjalin
hubungan sosial yang baik. Kapasitas untuk memahami orang lain,
serta menunjukkan kebutuhan, pikiran, dan tujuan-tujuan individu
seringkali tergantung pada kemampuan berbahasanya. Jika
seseorang mampu mengkomunikasikan keinginan dan
kebutuhannya dengan baik dalam interaksi sosialnya, maka dapat
dikatakan bahwa ia adalah orang yang kompeten secara sosial.
Bagaimanapun, bahasa dan komunikasi merupakan sarana
terpenting dalam hubungan sosial atau proses sosialisasi.
Selain tiga faktor yang mempengaruhi kompetensi sosial yang
dikemukakan oleh McCartney & Philips, Navarro, dkk (2016) mengatakan
bahwa pengalaman menjadi korban cyberbullying juga memberi pengaruh
terhadap kompetensi sosial seseorang. Navarro, dkk (2016) mengatakan
bahwa korban cyberbullying menggambarkan diri mereka sebagai
seseorang yang tidak kompeten secara sosial, mengalami kesulitan untuk
mengekspresikan diri dalam situasi publik maupun dalam interaksi
keluarga serta memiliki masalah komunikasi dengan teman sebaya.
Senin, 31 Januari 2022
Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi sosial (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar