Penggolongan adalah proses pengelompokan atas seluruh elemen
yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu, yang lebih ringkas untuk
dapat memberikan informasi biaya yang lebih berarti (Supriyono, 2011:16).
Penggolongan Biaya menurut Bastian dkk, (2013) adalah suatu proses
pengelompokkan biaya secara sistematis atas keseluruhan elemen biaya
yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk
dapat memberikan informasi yang lebih ringkas dan penting.
Menurut Mulyadi (2015) berdasarkan metode pembebanan biaya
mengklasifikasikan jenis-jenis biaya ke dalam biaya langsung dan biaya
tidak langsung, yaitu:
a. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang dapat dibebankan secara
langsung pada objek atau produk, misalnya bahan baku langsung, upah
tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi, biaya iklan,
ongkos angkut, dan sebagainya
b. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya produksi yang bukan
bagian dari manuaktur serta tidak dapat dibebankan secara langsung
yang sulit dengan unit produksi, misalnya gaji pimpinan, gaji mandor,
biaya iklan untuk lebih dari satu macam produk, dan sebagainya. Biaya
tidak langsung disebut juga biaya overhead.
Menurut Mulyadi, (2015) menggolongkan biaya berdasarkan
pola perilaku biaya yaitu:
a. Biaya tetap yaitu biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume
kegiatan tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji eksekutif produksi,
penyusutan jika menggunakan metode garis lurus, pajak properti, gaji
satpam, pemeliharaan dan perbaikan gedung dan bangunan, sewa.
b. Biaya semi tetap yaitu biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan
tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi
tertentu. Contoh biaya semi tetap adalah gaji penyelia.
c. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya dapat berubah secara
sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume
kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel terhadap
semua unit yang diproduksi. Contoh biaya variabel adalah perlengkapan,
bahan bakar, peralatan kecil, biaya pengiriman, royalty biaya
komunikasi, upah lembur, biaya pengangkutan dalam pabrik.
d. Biaya semi variabel yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai
dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak
sebanding/proporsional biaya ini terjadi karena hubungan jumlah biaya
dengan basis aktivitas memiliki fungsi biaya dan memiliki unsur yang
tetap. Contoh biaya semi variabel adalah biaya listrik, telepon air, bensin,
perlengkapan, asuransi jiwa karyawan.
Sabtu, 29 Januari 2022
Penggolongan Biaya (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar