Burnout merupakan kelelahan fisik, mental, dan emosional yang terjadi
karena stres yang diderita dalam jangka waktu yang lama, di dalam situasi yang
menuntut keterlibatan emosional yang tinggi. Bernardin (dikutip Rosyid, 2010,)
menggambarkan burnout sebagai suatu keadaan yang mencerminkan reaksi
emosional pada individu yang bekerja pada bidang kemanusiaan (human service),
atau bekerja erat dengan masyarakat. Penderitanya banyak dijumpai pada perawat di
rumah sakit, pekerja sosial, guru dan para anggota polisi. Menurut Kreitner dan
Kinicki (2016) burnout adalah akibat dari stres yang berkepanjangan dan terjadi
ketika seseorang mulai mempertanyakan nilai-nilai pribadinya.
Burnout didefinisikan sebagai kelelahan mental, kehilangan komitmen, dan
penurunan motivasi pada diri pekerja (Ilyas, 2012:2). Sedangkan menurut Setyawati
(2010) burnout atau kelelahan kerja merupakan fenomena yang kompleks yang
disebabkan oleh faktor biologi pada proses kerja serta dipengaruhi oleh faktor
eksternal maupun internal.
Burnout didefinisikan sebagai kondisi dimana individu mengalami kelelahan
fisik, sinisme (depersonalization), kelelahan mental, berkurangnya kemampuan untuk
menyelesaikan masalah (reduced personal accomplishment) dan kelelahan emosional
(emotional exhausted) yang terjadi karena stres diderita dalam jangka waktu yang
cukup lama di dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional yang tinggi,
burnout juga bukan merupakan sebuah penyakit melainkan hasil dari sebuah reaksi
sebagai akibat dari harapan dan tujuan yang tidak realistis dengan perubahan (situasi)
yang ada (Maslach, Schaufeli&Leiter, 2010).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar