Minggu, 31 Maret 2024

Konsekuensi Perilaku Pembelian Kompulsif


Berikut ini adalah konsekuensi yang dapat muncul dari adanya perilaku pembelian
kompulsif (Lisan dan Ida, 2010: 7).

  1. Dorongan Tak Terkendali Untuk Berbelanja
    Keinginan untuk menghilangkan perasaan negatif melalui kegiatan
    berbelanja sangat kuat dalam diri si pembeli kompulsif. Jika keinginan
    kuat tersebut selalu muncul ketika mereka mengalami perasaan negatif,
    maka tidak mengherankan dalam diri mereka akan selalu muncul
    keinginan berbelanja yang tidak terkendali. Faber dan O’Guinn
    menjelaskan bahwa perilaku kompulsif dilakukan secara berulang-ulang.
  2. Sikap Terhadap Iklan
    Kwak et al (dalam Lisan dan Ida, 2010: 8) mengatakan bahwa pembeli
    kompulsif memiliki reaksi yang berbeda terhadap iklan dibandingkan
    dengan konsumen normal lainnya. Berdasarkan Teori Perbandingan
    Sosial, Kwak et al (dalam Lisan dan Ida, 2010: 8) juga mengatakan bahwa
    konsumen membandingkan kehidupan nyatanya dengan kehidupan ideal
    yang ditampilkan di dalam iklan. Oleh karena itu, pembeli kompulsif akan
    merasa tidak puas dengan kehidupan nyatanya yang sekarang, akibatnya
    konsumen ingin menyamai kehidupan ideal yang ditampilkan dalam iklan
    tersebut, dan cara untuk mendapatkan kehidupan idealnya adalah dengan
    melakukan pembelian atas produk yang diiklankan. Selain itu, pembeli
    kompulsif juga cenderung lebih mudah dipengaruhi oleh iklan atau hal
    semacamnya.
  3. Masalah Keuangan
    Individu yang cenderung melakukan pembelian kompulsif tidak
    mempermasalahkan hal keuangan meskipun itu berarti ia harus berhutang
    atau harus menggunakan kartu kredit untuk memenuhi keinginannya
    berbelanja. Seperti yang dikatakan oleh Dittmar bahwa finansial bukan
    halangan bagi pembeli kompulsif mengingat dorongan untuk membeli
    suatu produk sangatlah kuat. Jika kondisi tersebut terjadi secara berulangulang, maka kemungkinan hutang para pelaku kompulsif akan semakin
    banyak dan akibatnya akan menimbulkan masalah keuangan bagi dirinya
    seperti kesulitan dalam membayar hutang. Roberts mengatakan hal yang
    senada dengan Dittmar bahwa meningkatnya kebangkrutan individu dan
    penggunaan kartu kredit yang melebihi batas merupakan bagian dari
    dampak negatif yang ditimbulkan oleh perilaku pembelian kompulsif.

Tidak ada komentar: