Minggu, 31 Maret 2024

Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja


A. Faktor Lingkungan Fisik
Menurut Afandi (2018:66) menyatakan bahwa faktor lingkungan fisik
adalah lingkungan pekerja itu sendiri. Keadaan lingkungan kerja dapat
mempengaruhi kinerja karyawan dengan cara sebagai berikut:

  1. Rencana ruang kerja
    Hal ini berdampak signifikan terhadap kenyamanan dan penampilan kerja
    karyawan, termasuk penempatan dan kesesuaian peralatan kerja.
  2. Rancangan pekerjaan
    Meliputi peralatan kerja dan/atau cara kerja, perlengkapan kerja yang tidak sesuai
    dengan pekerjaan, dan merugikan kesehatan kerja pegawai.
  3. Kondisi lingkungan kerja
    Pencahayaan dan kebisingan sangat erat kaitannya dengan kenyamanan kerja
    pekerja. Sirkulasi udara, suhu ruangan, dan pencahayaan yang baik sangat
    berpengaruh terhadap kondisi seseorang dalam menjalankan tugasnya.
  4. Tingkat visual priacy dan acoustical privacy
    Dari tingkat pekerjaan tertentu, membutuhkan tempat kerja yang memberikan
    privasi kepada karyawan. Privasi di sini berarti "kebijaksanaan individu" dalam
    masalah yang mempengaruhi dirinya dan kelompoknya. Sedangkan acoustical
    privasi berkaitan dengan pendengaran.
    B. Faktor Lingkungan Psikis
    Menurut Afandi (2018:67) faktor lingkungan psikologis dikatakan sebagai
    masalah yang berkaitan dengan hubungan sosial dan organisasi. Keadaan
    psikologis yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebagai berikut :
  5. Pekerjaan yang berlebihan
    Pekerjaan yang berlebihan dalam waktu yang terbatas atau mendesak untuk
    menyelesaikan pekerjaan menimbulkan stres dan ketegangan di antara karyawan,
    sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.
  6. Sistem pengawasan yang buruk
    Sistem pengawasan yang tidak memadai dan tidak efisien dapat menyebabkan
    keluhan lain, seperti suasana politik yang tidak stabil dan kurangnya umpan balik
    tentang kinerja pekerjaan.
  7. Frustasi
    Frustasi dapat menghambat upaya untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya, jika
    harapan perusahaan tidak sesuai dengan harapan karyawan, dan ini berlanjut, hal
    itu menyebabkan frustrasi karyawan.
  8. Perubahan-perubahan dalam segala bentuk
    Perubahan pekerjaan mempengaruhi cara orang bekerja. Misalnya, perubahan
    lingkungan kerja, seperti perubahan sifat pekerjaan, perubahan organisasi, dan
    perubahan manajemen organisasi.
  9. Perselisihan antara pribadi dan kelompok
    Hal ini terjadi ketika kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama dan bersaing
    untuk mencapai tujuan tersebut. Kontroversi ini dapat berdampak buruk seperti
    kontroversi dalam komunikasi, kurangnya koherensi dan kerjasama. Dampak
    positifnya adalah adanya upaya proaktif untuk menyelesaikan perselisihan di
    tempat kerja, seperti persaingan, masalah status, dan perbedaan antar individu.

Tidak ada komentar: