Menurut Robbins dan Judge (2015 : 430-432) faktor atau sumber dari stres
kerja adalah sebagai berikut :
a. Faktor-faktor lingkungan
Selain ketidakpastian lingkungan seperti desain struktur organisasi, juga
mempengaruhi tingkat stres karyawan dalam organisasi. Ketidakpastian adalah
alasan utama orang berjuang untuk mengatasi perubahan organisasi. Jenis utama
dari ketidakpastian lingkungan adalah ekonomi, politik, dan teknologi.
b. Faktor-faktor organisasional
Tidak ada kekurangan faktor dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres.
Tekanan untuk menghindari kesalahan dan menyelesaikan tugas dalam waktu
yang terbatas, beban kerja yang berlebihan, atasan yang sangat menuntut dan
tidak peka, serta rekan kerja yang tidak menyenangkan merupakan contoh dari
stresor sosial dalam suatu organisasi. Kategori stresor dalam pekerjaan sosial
organisasi adalah:
- Tuntutan tugas berkaitan dengan aktivitas, dan kelompok terdiri dari struktur
kerja (kemandirian, keragaman tugas, tingkat otomatisasi), kondisi kerja, dan
penempatan ruang tempat kerja. Bekerja di ruangan yang sangat ramai dan
bising merupakan sumber stres. - Tuntutan peran berhubungan dengan tekanan pada seseorang, tergantung pada
peran tertentu yang mereka mainkan dalam organisasi. Konflik peran
menciptakan harapan yang sulit untuk didamaikan atau dipenuhi. Role
overload terjadi ketika seorang karyawan diharapkan melebihi batas waktu
yang ditentukan. - Tuntutan interpersonal adalah tekanan dari karyawan lain, seperti kurangnya
dukungan sosial dan hubungan interpersonal yang buruk.
c. Faktor-faktor pribadi
Terdapat persepsi bahwa faktor-faktor kehidupan pribadi seorang karyawan, yaitu
masalah keluarga, masalah keuangan pribadi, dan sifat-sifat kepribadian individu
itu sendiri, menilai pekerjaannya kurang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar