Menurut Handoko (2014) yaitu faktor-faktor kinerja juga dipengaruhi oleh motivasi,
kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, desain pekerjaan,
komitmen terhadap organisasi dan aspek-aspek ekonomis, teknis serta keperilakuan lainnya.
Menurut Tiffin dan Mc. Cormick (dalam As’ad, 2001) menyatakan ada dua macam faktor
yang mempengaruhi kinerja seseorang yaitu:
- Faktor Individual
Yaitu faktor-faktor yang meliputi sikap, sifat kepribadian, sifat fisik, minat dan motivasi,
pengalaman, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, serta faktor individual lainnya. - Faktor Situasional
a. Faktor fisik pekerjaan, meliputi: metode kerja, kondisi dan desain perlengkapan kerja,
penentuan ruang, dan lingkungan fisik (penyinaran, temperatur dan ventilasi).
b. Faktor sosial dan organisasi, meliputi peraturan organisasi, jenis latihan dan pengawasan,
sistem upah dan lingkungan sosial.
Faktor-faktor kinerja juga dipengaruhi oleh motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres,
kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, desain pekerjaan, komitmen terhadap organisasi dan
aspek-aspek ekonomis, teknis serta keperilakuan lainnya (Handoko, 2014).
Menurut Siagian (2013) bahwa kinerja Pegawai dipengaruhi oleh gaji, lingkungan kerja,
budaya organisasi, kepemimpinan dan motivasi kerja (motivation), komitmen kerja, kepuasan
kerja, motivasi.
Menurut Robbins, (2015) bahwa kinerja dapat dikatakan baik bila Pegawai memenuhi hal
sebagai berikut: - Kualitas kerja, diukur dari persepsi Pegawai terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan
serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan Pegawai. - Kuantitas, diukur dari persepsi Pegawai terhadap jumlah aktivitas yang ditugaskan
beserta hasilnya. - Waktu produksi (production time), diukur dari persepsi pegawai terhadap suatu aktivitas
yang diselesaikan dari awal waktu sampai menjadi output. - Efektivitas, persepsi Pegawai dalam menilai pemanfaatan waktu dalam menjalankan
tugas, efektivitas penyelesaian tugas dibebankan organisasi. - Kemandirian, tingkat dimana Pegawai dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa meminta
bantuan atau bimbingan dari orang lain, diukur dari persepsi Pegawai dalam melakukan
fungsi kerjanya masing-masing sesuai dengan tanggung jawabnya. - Komitmen kerja, tingkat dimana Pegawai mempunyai komitmen kerja dengan instansi
dan tanggung jawab Pegawai terhadap kantor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar