Menurut Tang (dalam Ida dkk, 2020:407), menyatakan bahwa “seseorang
dapat menganggap uang sebagai lambang kekuasaan dan prestise, kadang individu
lain yang menganggap uang sebagai akar dari kejahatan. Menurut Yamuchi &
Templer (dalam Ida dkk,2020:407), membagi sikap terhadap uang dalam 5
dimensi yaitu:
- Power-prestige (Kekuasaan Gengsi)
Sikap terhadap uang dari dimensi Power-prestige (kekuasaan-gengsi),
yaitu uang sebagai sumber kekuasaan, mendapatkan pengakuan
eksternal, pencarian status, persaingan, dan pencapaian barang-barang
mewah. - Retention time (Keamanan-pengelolaaan)
Sikap terhadap uang dari dimensi Retention Time (keamananpengelolaan) yaitu uang harus dikelola dengan baik untuk masa depan,
butuh perencanaan dan kehati-hatian dalam membelanjakan uang serta
penggunaan yang berorientasi pada masa depan. - Distrust (Ketidakpercayaan)
Sikap terhadap uang dari dimensi Distrust (ketidakpercayaan), yaitu
uang dapat menjadi sumber perilaku penuh curiga, memunculkan
keraguan dalam situasi yang melibatkan penggunaan uang dan
ketidakpercayaannya dalam mengambil keputusan penggunaan uang. - Quality (Kualitas)
Sikap terhadap uang dari dimensi Quality (kualitas), yaitu uang dapat
menjadi simbol kualitas hidup dengan melakukan pembelian barangbarang yang berkualitas. - Anxiety (Kegelisahan)
Sikap terhadap uang dari dimensi Anxiety (kegelisahan), yaitu uang
digambarkan sebagai sumber kecemasan dan stress bagi pemiliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar