Minggu, 31 Maret 2024

Pengertian Psychological Empowerment


Teori psychological empowerment atau pemberdayaan psikologis
pertama kali dikemukakan oleh Conger & Kanungo dalam Rantika dan
Yustina (2017), yang diartikan sebagai proses perbaikan self efficacy anggota
dalam organisasi dengan mengidentifikasi dan menghilangkan situasi yang
menyebabkan ketidakberdayaan melalui praktik formal maupun teknik
informal. Adapun self efficacy merupakan persepsi individu tentang dirinya,
tentang kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri dalam memutuskan
tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan dan kinerja yang diinginkan.
Menurut Thomas & Velthouse dalam Rantika dan Yustina (2017),
pemberdayaan psikologis memiliki empat dimensi kognitif yaitu, dampak,
kompetensi, makna, dan penentuan nasib sendiri. Dampak terkait dengan
pengaruh yang diberikan oleh karyawan pada diri mereka sendiri di tempat
kerja mereka. Kompetensi adalah kemampuan orang untuk melakukan tugas
tertentu dengan keahlian dan keterampilan yang mereka miliki. Makna dinilai
sebagai hubungan antara nilai tugas dengan tujuan masing-masing ide atau
standar karyawan dan penentuan nasib sendiri adalah keyakinan pada
kebebasan atau otonomi tentang bagaimana mengerjakan pekerjaannya
sendiri. .
Selanjutnya Conger & Kanungo dalam Rantika dan Yustina (2017)
menjelaskan bahwa pemberdayaan adalah proses yang mempengaruhi inisiasi
bawahan dan ketekunan dalam perilaku mereka. Pemberdayaan psikologis
juga dapat memberikan motivasi kepada bawahan untuk membuat mereka
gigih dalam memecahkan masalah organisasi.
Sedangkan Quinn & Spreitzer dalam Rantika dan Yustina (2017)
berpendapat bahwa karyawan yang diberdayakan akan menganggap pekerjaan
mereka sebagai bagian penting dari hidup mereka dan menunjukkan
keseriusan terhadap apa yang mereka lakukan. Moye dan Henkin dalam
Dekhordi (2019) menambahkan bahwa pemberdayaan karyawan penting
dikarenakan merupakan suatu metode yang dapat meningkatkan kemampuan
dalam pengambilan keputusan secara mandiri kemudian dapat digunakan
untuk memberikan kekuatan dan motivasi kepada karyawan.

Tidak ada komentar: