Berikut terdapat indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kadar
perilaku pembelian kompulsif yang dimiliki seseorang. Penelitian ini menggunakan
indikator dari Elizabeth Edward yang telah diterjemahkan oleh Fenny dkk (2014:
105) mengemukakan beberapa indikator diantaranya:
1) Tendency to spend (Kecenderungan untuk mengeluarkan uang)
Individu yang memiliki kecenderungan untuk mengeluarkan uang atau
berbelanja secara berlebihan tanpa memikirkan lebih lama ketika melihat
barang atau objek yang disukai langsung dibeli.
2) Compulsion/drive to spend (Dorongan dalam mengeluarkan uang)
Adanya keinginan atau dorongan dalam diri individu dan impulsifitas
dalam mengeluarkan uang seperti berbelanja.
3) Feeling (joy) about shopping and spending (Perasaan bahagia ketika
berbelanja)
Perasaan bahagia ketika berbelanja misalnya individu menikmati
aktivitas belanja dan merasa puas dengan apa yang dibeli.
4) Dysfunctional spending (Pengeluaran yang tidak berfungsi semestinya)
Mengeluarkan uang yang tidak sesuai dengan fungsinya. Misalnya
berbelanja barang-barang yang tidak diperlukan.
5) Post-purchased guilt (Perasaan menyesal setelah berbelanja)
Perasaan menyesal yang timbul setelah berbelanja yang ditandai dengan
adanya perubahan suasana hati yang tidak baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar