Teori Maslow mengasumsikan bahwa orang berkuasa memenuhi kebutuhan yang lebih
pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi
(perwujudan diri). Kebutuhan yang lebih rendah harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum
kebutuhan yang lebih tinggi seperti perwujudan diri mulai mengembalikan perilaku seseorang.
Hal yang penting dalam pemikiran Maslow ini bahwa kebutuhan yang telah dipenuhi memberi
motivasi. Apabila seseorang memutuskan bahwa ia menerima uang yang cukup untuk pekerjaan
dari organisasi tempat ia bekerja, maka uang tidak mempunyai daya intensitasnya lagi. Jadi bila
suatu kebutuhan mencapai puncaknya, kebutuhan itu akan berhenti menjadi motivasi utama dari
perilaku. Kemudian kebutuhan kedua mendominasi, tetapi walaupun kebutuhan telah terpuaskan,
kebutuhan itu masih mempengaruhi perilaku hanya intensitasnya yang lebih kecil.
Teori “Tiga kebutuhan” dikemukakan oleh David McClellan dalam (Suparyadi, 2015)
yaitu:
a. Kebutuhan akan berprestasi ( Need for Achievement)
Dorongan untuk mengungguli, melakukan pekerjaan yang melebihi standar yang
ditentukan, bergulat untuk sukses. Sebagian orang memilih dorongan yang kuat sekali
untuk berhasil, mereka bergulat untuk prestasi pribadi bukannya untuk memperoleh
ganjaran, mereka memiliki hasrat untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih
efisien dari pada yang telah telah dilakukan sebelumnya.
b. Kebutuhan akan kekuasaan ( Need for Power)
Kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara seperti yang ia
inginkan tanpa dipakasa. Kebutuhan akan kekuasaan adalah hasrat untuk memiliki
pengaruh dan mengendalikan orang lain. Individu-individu dengan n Powyang tinggi
menikmati untuk dibebani, bergulat untuk mempengaruhi orang lain, lebih menyukai
ditempatkanpada posisi yang kompetitif dan berorientasi status, cenderung lebih peduli
akan prestise dan memperoleh pengaruh terhadap orang lain dari pada kinerja yang
efektif.
c. Kebutuhan akan berafiliasi ( Need for Affiliation)
Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab untuk disukai dan diterima
baik oleh orang lain. Individu dengan n Affyang tinggi berjuang keras untuk
persahabatan, lebih menyukai situasi kooperatif dari pada situasi kompetitif, dan sangat
menginginkan hubungan yang melibatkan derajat pemahaman timbal-balik yang tinggi.
Sabtu, 30 Maret 2024
Teori Motivasi Kerja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar