Sabtu, 30 Maret 2024

Manfaat Penilaian Kinerja Karyawan


Dengan memperhatikan pengertian penilaian kinerja akan memberikan
manfaat bagi organisasi antara lain sebagai berikut (Susilo Martoyo, 2010:86):

  1. Perbaikan Prestasi Kerja.
    Umpan balik pelaksanaan kerja memungkinkan karyawan, manajer dan
    departemen personalia dapat memperbaiki kegiatan-kegiatan mereka demi
    perbaikan prestasi kerja.
  2. Penyesuaian Kompensasi.
    Evaluasi kinerja membantu para pengambil keputusan dalam menentukan
    kenaikan upah, pemberian bonus dan bentuk kompensasi.
  3. Keputusan Penempatan.
    Promosi, transfer dan demosi (penurunan jabatan) biasanya didasarkan pada
    kinerja dari seorang pekerja pada masa lalu.
  4. Kebutuhan Latihan dan Pengembangan.
    Prestasi kerja yang jelek mungkin menunjukkan kebutuhan latihan. Demikian
    juga dengan kinerja yang baik akan mencerminkan potensi yang harus
    dikembangkan.
  5. Perencanaan dan Pengembangan Karier.
    Umpan balik kinerja seorang karyawan dapat mengarahkan keputusan-keputusan
    karier, yaitu tentang jalur karier tertentu yang harus diteliti.
  6. Penyimpangan Proses Staffing.
    Kinerja yang baik atau jelek mencerminkan kekuatan atau kelemahan
    pengembangan karier departemen personalia.
  7. Ketidak Akuratan Informasional.
    Kinerja yang jelek mungkin menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam informasi
    analisa jabatan, rencana-rencana sumber daya manusia atau komponenkomponen sistem informasi manajemen personalia lainnya. Menguntungkan diri
    pada informasi yang tidak akurat (teliti) dapat mengakibatkan keputusankeputusan personalia yang diambil menjadi tidak tepat.
  8. Kesalahan Desain Pekerjaan.
    Kinerja yang jelek mungkin merupakan suatu tanda kesalahan dalam desain
    pekerjaan. Penilaian prestasi membantu diagnosa kesalahan-kesalahan tersebut.
  9. Kesempatan Kerja yang Adil.
    Penilaian kinerja secara akurat akan menjamin keputusan-keputusan penempatan
    internal diambil tanpa diskriminasi.
  10. Tantangan-tantangan Eksternal.
    Kadang-kadang kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kerja, seperti
    keluarga, kesehatan, kondisi finansiil atau masalah-masalah pribadi lainnya.

Tidak ada komentar: